Liputan6.com, Jakarta - Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia pagi tadi, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Try Sutrisno adalah lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959 yang menapaki karier militer dari berbagai penugasan operasional hingga jabatan strategis.
Dalam perjalanan pengabdiannya, almarhum Try dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986–1988. Dia juga dipercaya menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ke-9. Puncaknya, Try dipercaya menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto.
Advertisement
Bersinarnya karir Try tak bisa dilepaskan dari sosok Soeharto. Pada tahun 1974, Kolonel Try Sutrisno diangkat menjadi ajudan presiden. Cukup lama Try Sutrisno duduk di posisi ini.
Empat tahun berselang, Panglima ABRI Jenderal M Jusuf melihat Try masih menjadi ajudan Soeharto. Padahal sudah selayaknya perwira zeni tersebut dipromosikan menjadi perwira tinggi bintang satu.
"Saya persiapkan dia untuk jadi Kasdam di Bali," kata M Jusuf.
Posisi Kasdam atau Kepala Staf Komando Daerah Mililiter XV/Udayana adalah jabatan strategis. Wilayah Timor Timur yang saat itu masih bergolak, berada di bawah teritorial Udayana. Ini akan menambah pengalaman Try untuk karirnya di masa depan.
Jabatan Kasdam ini juga bisa menjadi batu lompatan sebelum diangkat menjadi Panglima Kodam dengan pangkat jenderal bintang dua.




