Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat akibat serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
  • Putra keduanya, Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, muncul kandidat kuat suksesi karena pengaruhnya di militer dan Garda Revolusi.
  • Mojtaba memiliki reputasi garis keras, pernah disanksi AS, dan tantangan suksesi muncul karena ia bukan Ayatollah.

Suara.com - Dunia internasional kini tengah menahan napas. Pasca-wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026), konstelasi politik Timur Tengah berada di ambang ketidakpastian.

Pertanyaan terbesar yang kini membayangi Republik Islam tersebut adalah: siapa yang akan menduduki takhta tertinggi di Teheran?

Di tengah kekosongan kekuasaan dan bayang-bayang perang terbuka, satu nama mencuat sebagai kandidat terkuat: Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ali Khamenei.

Meski nyaris tak pernah tampil di depan publik dan tidak memegang jabatan resmi pemerintahan, banyak pengamat intelijen dan politik Timur Tengah menyebutnya sebagai “penguasa bayangan” yang selama ini mengendalikan denyut nadi negara dari balik layar.

Profil Mojtaba Khamenei: “Raja Tanpa Mahkota” di Balik Layar Teheran

Lahir di kota suci Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba tumbuh besar dalam pusaran Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah Iran.

Kehidupannya dibentuk oleh sistem teokrasi dan ideologi perlawanan yang diusung ayahnya.

Meski tidak masuk dalam struktur formal pemerintahan, Mojtaba diyakini telah lama mengambil peran penting dalam manajemen harian kantor kepemimpinan ayahnya. Ia disebut sebagai “penjaga gerbang” utama menuju Ali Khamenei.

Hampir seluruh keputusan strategis—mulai dari politik domestik, keamanan nasional, hingga penunjukan pejabat intelijen—disebut harus melewati lingkar pengaruhnya.

Baca Juga: Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Karena peran vitalnya yang tertutup, analis Barat menjulukinya sebagai “Raja tanpa mahkota.”

Akar Kuat di Militer dan Garda Revolusi (IRGC)

Kekuatan Mojtaba tidak hanya bertumpu pada otoritas agama. Ia terjun langsung ke medan perang saat Perang Iran-Irak (1980–1988) dan bergabung dengan milisi Basij.

Pengalaman tersebut membentuk karakter militannya sekaligus mempererat hubungan dengan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Mojtaba diketahui memiliki relasi kuat dengan Pasukan Quds, unit elit yang mengelola operasi luar negeri Iran. Ia disebut terlibat dalam diskursus strategis kebijakan proksi Iran di Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Palestina.

Kedekatannya dengan mendiang Qassem Soleimani menjadikannya figur yang disegani di kalangan militer. Dukungan faksi IRGC dinilai bisa menjadi faktor penentu dalam proses suksesi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lima Kandidat Kuat Calon Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pramono Apresiasi JIS Ramadan Fest 2026, Dorong Pemanfaatan Ruang Publik
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Satu Pekerja Gondola Tewas di Apartemen Ascott Surabaya, Evakuasi Terkendala Angin Kencang
• 21 menit lalurealita.co
thumb
Gila! Sassuolo Tumbangkan Atalanta Meski Kena Kartu Merah Cepat, Grosso Sampai Bilang Begini
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Gas Pol Penegakan Aturan: 3.040 Sanksi Dijatuhkan ke 453 Emiten Sepanjang 2025
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.