JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, yang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata pada Senin (2/3/2026).
Kehadiran Presiden Prabowo tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyebut pihaknya telah melakukan berkomunikasi terkait agenda tersebut.
“Beliau sudah memonitor, kami sudah berkomunikasi. Insyaallah beliau akan hadir,” ujar Prasetyo, Senin siang, dikutip dari Kompas TV.
Baca juga: Momen Try Sutrisno Setahun Terakhir: Diberi Hormat Prabowo hingga Disalami Gibran
Di samping itu, Prasetyo juga menyampaikan duka atas wafatnya Try Sutrisno yang merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.
Ia mengatakan, Try adalah salah satu putra terbaik bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri kepada negara.
"Tentu kita sangat merasa kehilangan beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa selama hidupnya mengabdikan diri membaktikan hidup bangsa dan negara," kata Prasetyo.
Baca juga: Jenazah Try Sutrisno Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa
Ia pun mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosa-dosanya, serta diterima segala amal ibadahnya.
"Semoga kepala keluarga selalu diberikan kekuatan ketabahan menerima semua takdir Allah SWT," kata Prasetyo.
Try Sutrisno meninggal duniaDiberitakan sebelumnya, Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada Senin pagi.
Pihak keluarga menyebutkan bahwa Try Sutrisno tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, tetapi kondisi kesehatannya menurun karena faktor usia Try yang sudah menginjak 90 tahun.
"Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya," kata anak Try, Taufik Dwi Cahyono, di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari Kompas TV.
Taufik menuturkan, sebelum wafat, Try telah dirawat di RSPAD sejak tanggal 16 Februari 2026 lalu karena sempat tidak punya selera untuk makan.
"(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuma tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan," kata Taufik.
Taufik menuturkan, tim dokter RSPAD dan kepresidenan sudah mengupayakan pengobatan terbaik kepada Try hingga akhirnya Try tutup usia pada Senin pagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




