Jakarta, VIVA – Kabar duka datang dari dunia politik dan militer Indonesia. Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI ke-6, meninggal dunia pada Senin 2 Maret 2026 sekitar pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Subroto. Kepergian tokoh senior ini meninggalkan duka mendalam sekaligus mengingatkan publik pada pesan penting yang pernah ia sampaikan untuk generasi muda Indonesia.
Namun lebih dari sekadar kabar kepergian, publik kembali menyoroti pesan Try Sutrisno kepada anak muda Indonesia yang disampaikannya sebelum wafat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi penerus.
“Saya pesan Anda-Anda inilah nanti yang akan meneruskan Indonesia. Karena zaman itu berputar terus, yang tua mati diganti yang muda. Oleh karena itu yang muda dipersiapkan betul dimana pun profesi Anda, tapi jadilah profesi yang betul-betul qualified, mengabdi kepada bangsamu saling mengunjungi tukar menukar ya jangan diadu domba. Ini negara besar ya, bangsamu ini budayanya tinggi kobarkan itu,” kata Try Sutrisno yang dikutip dari tayangan YouTube pada Senin, 2 Maret 2026.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Try Sutrisno menekankan pentingnya kualitas, profesionalisme, serta semangat pengabdian dalam bidang apa pun yang ditekuni generasi muda. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh provokasi atau kepentingan tertentu.
Sebagai tokoh militer senior, Try Sutrisno memiliki perjalanan karier panjang. Ia pernah menjabat sebagai Panglima TNI pada periode 1988–1993, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden saat itu pada periode 1993–1998. Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, ia dikenal sebagai sosok tegas, disiplin, dan loyal terhadap negara.
Di usia 90 tahun, Try Sutrisno menutup perjalanan hidupnya dengan meninggalkan warisan pesan moral yang kuat. Bagi banyak orang, kata-katanya bukan sekadar nasihat, tetapi juga pengingat bahwa regenerasi kepemimpinan adalah keniscayaan.
Kepergian Try Sutrisno menjadi momentum refleksi bagi generasi muda Indonesia. Pesannya jelas, yakni meminta para anka muda persiapkan diri sebaik mungkin, tingkatkan kompetensi, dan jaga persatuan bangsa. Sebab, seperti yang ia sampaikan, masa depan Indonesia berada di tangan mereka.





