Try Sutrisno Wafat, Puan Sebut Indonesia Kehilangan Sosok Bersahaja

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan, Indonesia kehilangan sosok yang hangat dan bersahaja setelah Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia.

“Atas nama pribadi dan atas nama DPR RI, dukacita mendalam saya sampaikan atas wafatnya Bapak Try Sutrisno,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

“Indonesia kehilangan salah satu tokoh bangsa yang bersahaja,” ujar dia.

Puan mengenang Try Sutrisno sebagai sosok panutan yang dekat dengan semua generasi.

Baca juga: Anak Kedua Try Sutrisno Jadi Imam Shalat Jenazah Ayahnya

Ia mengatakan kerap bertemu dengan almarhum dalam berbagai acara kebangsaan.

Menurut Puan, pertemuan terakhir terjadi saat sidang tahunan MPR/DPR tahun 2025 lalu di mana ia menyambut langsung kedatangan Try Sutrisno di Kompleks Parlemen.

“Terakhir saya bertemu almarhum pada sidang tahunan di DPR tahun lalu. Saya menyambut beliau. Dan sama seperti biasanya, beliau selalu hangat dan bersahaja,” kata dia.

Politikus PDI-P ini juga menilai jasa Try Sutrisno bagi bangsa dan negara sangat besar Sehingga kepergiannya menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Moeldoko Kenang Try Sutrisno: Selalu Tekankan Agar Prajurit Hormati Hak-hak Wanita

"Semoga perjuangan beliau terus dilanjutkan oleh generasi-generasi mendatang, dan apa yang menjadi peninggalan Bapak Try Sutrisno akan terus bermanfaat bagi Indonesia,” kata Puan.

Puan pun mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Semoga amal dan ibadah beliau mempermudah jalan almarhum menuju surga-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar dia.

Try Sutrisno meninggal dunia

Diberitakan sebelumnya, Try Sutrisno meninggal dunia pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin pukul 06.58 WIB.

Putra almarhum, Taufik Dwi Cahyono mengatakan ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit khusus, tetapi kondisi kesehatannya menurun seiring faktor usia.

“Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun. Umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya, karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya,” ujar Taufik di RSPAD.

Dia menjelaskan, sebelum wafat Try Sutrisno telah menjalani perawatan sejak 16 Februari 2026 karena mengalami penurunan nafsu makan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuma tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan,” kata dia.

Menurut Taufik, tim dokter RSPAD bersama tim kepresidenan telah memberikan penanganan medis secara maksimal selama masa perawatan tersebut, hingga Try tutup usia pada Senin pagi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Garda Revolusi Iran Klaim 4 Rudal Balistik Hantam Kapal Induk Abraham Lincoln 
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Wiranto: Try Sutrisno adalah Negarawan yang Paripurna
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Penghormatan Istana untuk Kepergian Wapres Try Sutrisno
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
MUI Desak Prabowo Keluarkan Indonesia dari Board of Peace
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Serangan Rudal Iran Tembus Iron Dome, Tewaskan Setidaknya 12 Orang di Israel
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.