BEIJING, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dan Menlu Rusia Sergey Lavrov melakukan komunikasi via telepon pada Minggu (1/3/2026) terkait solusi atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
"Wang Yi menyatakan bahwa atas dorongan China dan Rusia, Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) kemarin telah menggelar pertemuan darurat terkait situasi Iran saat ini," bunyi keterangan tertulis pada laman Kementerian Luar Negeri China, Senin (2/3/2026), dilansir Antara.
Wang menyatakan serangan AS-Israel terhadap Iran di tengah berlangsungnya proses perundingan nuklir antara Teheran dan Washington, tidak dapat diterima.
"Pembunuhan secara terang-terangan terhadap pemimpin satu negara berdaulat serta dorongan terhadap perubahan rezim juga tidak dapat diterima," katanya.
Ia menyebut tindakan-tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional.
Baca Juga: Trump Sebut Bakal Balas usai 3 Anggota Militer AS Gugur dalam Operasi Epic Fury terhadap Iran
Wang menyebut konflik saat ini meluas ke seluruh kawasan Teluk Persia, dan situasi Timur Tengah berpotensi dalam kondisi berbahaya.
Ia menyebut China menyatakan keprihatinan yang sangat serius atas perkembangan tersebut.
Terkait posisi China, ia menegaskan China meminta pihak-pihak terkait segera menghentikan operasi militer.
"Mencegah meluasnya perang dan dampak lanjutannya serta menghindari situasi berkembang menjadi tidak terkendali. China menghargai keamanan negara-negara Teluk dan mendukung agar mereka tetap bersikap menahan diri," katanya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- china
- rusia
- iran
- israel
- as serang iran
- israel serang iran





