Impor Bahan Baku Tumbuh Dua Digit, PMI Manufaktur RI Lanjut Ekspansi

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA –Nilai impor bahan baku penolong mengalami kenaikan double digit seiring dengan tren PMI manufaktur Indonesia yang tetap berada di jalur ekspansi.

Publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa impor bahan baku tercatat naik sebesar 14,67% year on year (YoY) atau dari US$12,97 miliar menjadi US$14,87 miliar pada Januari 2026.

Pertumbuhan importasi bahan baku tersebut melampaui barang konsumsi yang hanya di angka 11,81%, meskipun jauh lebih rendah dibanding barang modal yang tumbuh 35,23% pada Januari lalu.

Realisasi pertumbuhan impor barang modal yang tumbuh signifikan itu berpengaruh terhadap struktur impor Indonesia pada Januari 2026. Impor bahan baku yang selalu mendominasi, peranannya menurun 72,34% pada Januari 2025 menjadi 70,17% pada Januari 2026.

Sebaliknya, peran impor barang modal mengalami kenaikan kontribusi dari 18,49% ke angka 21,16% pada periode yang sama. Sedangkan barang konsumsi nasibnya sama dengan impor bahan baku yang tergerus dari 9,17% ke angka 8,67%.

PMI Manufaktur Terus Ekspansi 

Adapun pertumbuhan importasi bahan baku itu terjadi ketika Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia melanjutkan penguatan ke level 53,8 pada Februari 2026 dari bulan sebelumnya yang berada di angka 52,6.

Baca Juga

  • Surplus Neraca Dagang Januari 2026 Menyusut, Terendah Sejak Mei 2025
  • Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$0,95 Miliar Januari 2026, 69 Bulan Beruntun
  • Konsensus Ekonom Ramal Surplus Dagang RI Naik ke US$2,8 Miliar pada Januari 2026

S&P Global melaporkan bahwa indeks yang menggambarkan aktivitas manufaktur nasional itu menunjukkan adanya ekspansi solid pada kondisi pengoperasian manufaktur yang merupakan ekspansi terbesar sejak Maret 2024.

"Perbaikan kondisi sektor manufaktur Indonesia kembali menguat pada pertengahan triwulan pertama, memberikan prospek positif pada bulan-bulan mendatang," ujar Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti melalui rilisnya, Senin (2/3/2026).

Peningkatan PMI manufaktur utamanya didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia.
Permintaan baru naik selama 7 bulan berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November 2025.

Kinerja Neraca Dagang

Adapun BPS (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$0,95 miliar per Januari 2026 menjadi yang terendah sejak Mei 2025 lalu. Realisasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan nilai surplus pada Januari 2025 yang tercatat sebesar US$3,49 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor Januari 2026 mencapai US$22,16 miliar atau naik 3,39% dibandingkan Januari 2025 (year on year/YoY). Nilai ekspor migas tercatat sebesar US$0,89 miliar atau turun 15,62%. sementara nilai ekspor nonmigas naik 4,38% dengan nilai pada Januari 2026 US$21,26 miliar.

Ateng menyebut peningkatan ekspor nonmigas didorong oleh beberapa komoditas yaitu lemak/minyak nabati, nikel, dan mesin/perlengkapan elektrik.

Adapun, nilai impor Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar atau naik 18,21% dibandingkan Januari 2025 (year on year/yoy). Nilai impor migas Januari 2026 mencapai US$3,17 miliar atau naik 27,52% secara yoy, sedangkan nilai impor nonmigas Januari 2026 mencapai US$18,04 miliar atau naik 16,71% secara yoy.

"Pada Januari 2026, neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar US$0,95 miliar. Neraca perdagangan Indonesia dengan ini telah mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Ateng pada Senin (2/3/2026).

Surplus pada Januari 2026 lebih ditopang pada surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar US$3,22 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama lemak dan minyak hewani nabati, kemudian bahan bakar mineral, serta besi dan baja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Soroti Gaji Nakes yang Belum Naik 10 Tahun, Penghasilan Tak Sesuai dengan Beban Kerja
• 4 jam laludisway.id
thumb
Guru Besar hingga Akademisi UGM Tegas Menolak Keikutsertaan Indonesia dalam BoP: Ancam Kedaulatan Negara!
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Andhika Sudarman Lulusan Harvard Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Korban di Bawah Umur
• 10 jam laludisway.id
thumb
Pantas Saja Jay Idzes Bisa Bikin Sensasi, Media Italia Soroti Keterpurukan Atalanta usai Ditekuk 10 Pemain Sassuolo
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Instruksikan Warga dan Personel Militernya Berlindung di Irak di Tengah Serangan Israel ke Libanon
• 2 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.