TV Iran ‘Diretas’ Trump dan Netanyahu untuk Serukan Rakyat Iran Melawan Pemerintahnya

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TEHERAN—Sebuah saluran TV olahraga populer di Iran dilaporkan telah diretas untuk menampilkan pesan dari Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu, dengan teks terjemahan bahasa Persia, yang menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan rezim Islam.

Peretas dilaporkan adalah penyerang siber pro-AS/pro-Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Teheran.

Video tersebut menampilkan klip berdurasi 36 detik yang menunjukkan sebuah saluran televisi Iran, yang dilaporkan sebagai IRIB TV3 (biasanya menayangkan acara sepak bola), tiba-tiba disela oleh siaran layar terpisah.

Video tersebut, yang diunggah pada 2 Maret 2026 oleh situs RT_com yang terkait dengan Rusia di X, menunjukkan Presiden AS Donald Trump di sebelah kiri muncul di podium dengan bendera Amerika, mengenakan topi “USA”, dan menyampaikan pidato.

Di sebelah kanan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dari kantornya.

Keduanya diberi subtitle dalam bahasa Persia dengan pesan-pesan termasuk seruan kepada rakyat Iran untuk bangkit melawan rezim dan peringatan tentang aksi militer yang sedang berlangsung.

Subtitel tersebut diselingi dengan teks bahasa Inggris yang menekankan kehancuran melalui sanksi dan kekuatan militer.

RT_com mencatat bahwa rekaman tersebut tidak terverifikasi, bersumber dari aktivis pro-Israel Aviva Klompas dan komentator Dom Lucre.

Insiden ini terjadi di tengah serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sekitar 40 pejabat, sebagaimana dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran, setelah pengumuman Trump.

Unggahan tersebut mengklaim ini adalah peretasan siber, diikuti oleh “pemadaman” siaran.

Ini merupakan bagian dari operasi siber yang lebih luas, termasuk peretasan aplikasi doa populer Iran oleh Israel untuk mendorong pembelotan militer.

Reaksi di X terpolarisasi. Para skeptis berpendapat bahwa ini menyerupai operasi psikologis yang terlihat dalam konflik masa lalu, seperti taktik Israel terhadap Hizbullah.

Unggahan tersebut menggarisbawahi peran perang digital dalam geopolitik modern, yang menggabungkan propaganda, peretasan, dan eskalasi waktu nyata untuk memengaruhi sentimen publik. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seminar di Unika Atma Jaya: Dosen Ungkap Penyebab MSCI Bekukan Indeks RI
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Tolak Gugatan Ambang Batas Parlemen, MK Nilai Masih Prematur
• 2 jam laludisway.id
thumb
Profil Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua KPAI yang Dikabarkan Meninggal Dunia, Siapa Sosoknya?
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Penjualan BYD Global Ambles 41% pada Februari 2026, Ini Biang Keroknya!
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Pulihkan Lahan Bekas Tambang dan Perkuat Ekonomi Masyarakat di Palembang
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.