Minyak mentah Rusia menjadi incaran beberapa negara di Asia setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital untuk distribusi minyak. Salah satu negara yang mencari sumber alternatif dari Rusia adalah India.
Mengutip Bloomberg, Senin (2/3), gangguan pasokan dari Timur Tengah memaksa pemerintah India dan kilang minyak milik negara mencari sumber alternatif lain demi menjaga ketahanan energi.
Dalam pembahasan internal, India mempertimbangkan beralih ke kargo minyak Rusia yang saat ini berada di perairan Asia. Cadangan minyak India diperkirakan hanya cukup untuk sekitar dua minggu, sehingga opsi pasokan cepat menjadi prioritas. Hingga akhir pekan lalu, sekitar 9,5 juta barel minyak Rusia berada di perairan Asia.
Sebelumnya, India sempat menjadi pembeli utama minyak Rusia pascainvasi Ukraina, namun belakangan mengurangi impor akibat tekanan Amerika Serikat dan kesepakatan dagang terbaru yang mencabut tarif hukuman.
Sejak itu, pembelian minyak Rusia oleh India ditekan seminimal mungkin. Data menunjukkan impor minyak Rusia oleh India pada Februari hanya sedikit di atas 1 juta barel per hari atau sekitar setengah dari volume puncak dan terendah sejak September 2022. Kekurangan pasokan selama ini ditutup oleh minyak dari Timur Tengah, yang kini terganggu akibat krisis kawasan.
Pejabat sektor energi India juga mempertimbangkan sejumlah opsi lain, seperti memanfaatkan cadangan minyak strategis, mempercepat pasokan dari Venezuela, serta mendorong produksi domestik. Kilang minyak dilaporkan meminta tambahan pasokan dari Saudi Aramco melalui jalur pipa menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah guna menghindari Selat Hormuz.
Jika gangguan pasokan berlanjut, pemerintah India dapat membatasi ekspor bahan bakar untuk menjaga ketersediaan dalam negeri. Prioritas pasokan juga berpotensi diberikan pada gas rumah tangga dan jaringan pipa, sementara sektor industri dapat diminta beralih ke bahan bakar alternatif.
Pemerintah juga dapat meminta perusahaan swasta raksasa, Reliance Industries Ltd., mengalihkan lebih banyak bahan bakar ke pasar domestik. Di saat yang sama, kilang lain dapat menyesuaikan produksi untuk meningkatkan output LPG dengan mengurangi produk seperti nafta.
Meski India terus mengisi cadangan minyak strategis, volumenya masih relatif kecil dibandingkan China. Cadangan sekitar 30 juta barel hanya setara enam hari konsumsi dan terbatas pada minyak mentah, sehingga tidak mencakup LPG maupun LNG. Kondisi ini membuat India sangat rentan terhadap gangguan pasokan berkepanjangan di Timur Tengah.
Sekitar 2,5 juta hingga 2,7 juta barel minyak mentah per hari yang menuju India melewati Selat Hormuz. Selain itu, hampir dua pertiga impor LNG dan sekitar 95 persen pasokan LPG India juga berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar melalui jalur tersebut, menegaskan besarnya ketergantungan India pada stabilitas kawasan Teluk.





