Washington, VIVA – Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer terhadap Iran satu pekan lebih lambat dari yang semula direncanakan, lapor Axios dengan mengutip pejabat senior dari kedua negara.
RIA Novosti mengutip Axios, Senin 2 Maret melaporkan bahwa setelah putaran kedua pembicaraan AS-Iran berakhir pada 17 Februari tanpa kemajuan signifikan, perencana militer Amerika dan Israel disebut tengah bersiap melancarkan serangan empat hari kemudian, yakni pada Sabtu, 21 Februari.
Menurut Axios, operasi itu ditunda karena dua alasan. Satu sumber mengatakan kepada media bahwa serangan ditangguhkan akibat kondisi cuaca buruk di kawasan tersebut, sementara sumber lain menyebut penundaan dilakukan untuk meningkatkan koordinasi antara unit militer AS dan Israel.
- [AP Photo]
Penundaan serangan tersebut juga membuka peluang untuk satu putaran pembicaraan lagi dengan Iran. Namun, laporan mengenai isi pembahasan dalam pertemuan tersebut berbeda-beda.
Menurut salah satu versi yang disampaikan pejabat Israel, pembicaraan di Jenewa hanya diperlukan untuk memastikan bahwa pihak Iran percaya diplomasi tetap menjadi prioritas Presiden Trump.
Sumber lain mengeklaim bahwa penundaan serangan didorong oleh pertimbangan taktis dan operasional, sementara negosiasi yang dilakukan memang berlangsung dengan sungguh-sungguh.
Serangan terhadap Iran akhirnya dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari, meskipun negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai berkas nuklir Iran masih berlanjut.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei merupakan pelanggaran yang dilakukan secara sinis terhadap semua norma moralitas manusia serta hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam serangan AS dan Israel serta menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera. (Ant)





