Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Ambil Langkah Defensif Terhadap Iran

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Ketiga pemimpin negara Prancis, Jerman, dan Inggris mengatakan pihaknya siap mengambil langkah "defensif" terhadap Iran untuk membela kepentingan mereka dan sekutu, dilaporkan pada Minggu (1/3/2026).

Pihak mereka terkejut dengan serangan rudal tanpa pandang bulu dan tidak proporsional yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara di kawasan itu, termasuk negara-negara yang tidak terlibat dalam operasi militer awal AS dan Israel.

"Serangan tanpa pikir panjang yang dilakukan oleh Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer dan warga sipil kami di seluruh kawasan," kata pernyataan ketiga negara dikutip dari France24, Senin.

Mereka pun meminta Iran untuk segera menghentikan serangan tersebut.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," lanjutnya.

Lebih lanjut, ketiga negara pun sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan tersebut untuk menghentikan masalah itu.

Baca Juga

  • Israel-AS Serang Iran, Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak dari Luar Timur Tengah
  • Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026, Ini Opsi Pengganti dari Zona Asia
  • MUI Desak Prabowo Damaikan Iran - Amerika

Adapun diketahui, Iran telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke beberapa negara Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan pangkalan AS.

Serangan balik dari Iran itu dilakukan setelah pihaknya dihantam oleh serangan rudal AS-Israel sejak Sabtu.

Serangan Iran telah menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil di Irak utara, dan kamp tentara Jerman di timur Yordania, kata juru bicara tentara Jerman kepada AFP, membenarkan laporan media.

Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan "skala besar" pada Minggu, di mana ledakan terdengar di Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, Yerusalem, dan Tel Aviv.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pembunuhan Khamenei sebagai "deklarasi perang terhadap Muslim" dan memperingatkan hak yang sah untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini.

"Kami membela diri kami sendiri dengan cara apa pun, dan kami tidak melihat batasan bagi diri kami sendiri untuk membela rakyat kami, untuk melindungi rakyat kami," ucap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada saluran berita AS ABC News, Minggu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Medvedev Terjebak di Dubai, Terancam Absen di Indian Wells 2026
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
GTS Internasional Sesuaikan Susunan Manajemen untuk Perkuat Sinergi dengan Holding HUMI
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Perempuan di Medan Dijambret di Depan Rumah, Badan Terseret dan Kepala Terbentur
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bos Siemens Indonesia Raih Penghargaan Indonesia Best CEO 2025
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Tanque Pede Cetak Gol ke Gawang Persebaya
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.