Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mobilitas masyarakat turun pada Januari 2026, akibat selesainya masa pemberian stimulus berupa diskon transportasi dan kondisi curah hujan yang tinggi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, penurunan terjadi pada seluruh moda transportasi secara bulanan atau month to month (MtM). Sementara secara tahunan atau year on year(YoY), sejumlah moda masih menunjukkan peningkatan.
Penurunan mobilitas masyarakat secara bulanan tercatat akibat berakhirnya masa peak season atau liburan Nataru yang dibarengi dengan masa pemberian diskon trasnportasi
“[Selain itu] Ada curah hujan yang tinggi di Januari 2026 dan ini juga mengganggu, terutama pelayaran laut dan ASDP [penyebrangan],” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026).
Secara perinci, angkutan udara domestik mencatatkan penurunan jumlah penumpang terdalam pada Januari 2026, yakni sebesar -9,94% MtM dari 5,46 juta penumpang menjadi 4,92 juta penumpang.
Kemudian jumlah penumpang pada Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) juga mencatatkan penurunan sebesa -8,72% MtM dari 4,70 juta penumpang menjadi 4,29 juta penumpang.
Baca Juga
- Mengatasi Tantangan Transportasi Indonesia dengan Geotab
- Pramono Putar Otak Tangani Macet Jakarta, Gelontorkan Rp7,82 Triliun untuk Transportasi Umum
- IHSG Terus Cetak ATH, Sektor Transportasi hingga Energi Berpeluang Jadi Penopang
Minat bepergian masyarakat melakukan mobilitas menggunakan kereta api juga turun pada Januari 2026—bahkan untuk kereta di Jabodetabek atau KRL—sebesar -5,10% MtM, dari 50,69 juta orang menjadi 48,10 juta orang.
Sementara minat masyarakat ke luar negeri hanya turun tipis pada awal tahun ini. BPS mencatat angkutan udara internasional terkoreksi sebesar -1,02% MtM, dari 1,79 juta orang menjadi 1,77 juta orang.
Serupa, di tengah kondisi cuaca ekstrem, masyarakat tetap bepergian menggunakan angkutan laut domestik. Penurunan tipis jumlah penumpang pada angkutan ini tercatat sebesar -0,45% MtM, dari 2,62 juta orang menjadi 2,61 juta orang.
Secara tahunan pada Januari 2026, jumlah penumpang angkutan kereta atau naik 10,94% dibandingkan Januari 2025. Peningkatan penumpang juga terjadi pada angkutan udara internasional sebesar 2,04%
“Secara tahunan turun jumlah penumpang pada sebagian besar moda. Kecuali angkutan udara internasional dan juga angkutan kereta api yang mengalami peningkatan secara YoY,” lanjutnya.
Sementara itu, minat masyarakat untuk bepergian di dalam negeri menggunakan pesawat tampak susut, tercermin dari keberangkatan penumpang angkutan udara domestik yang terkoreksi sebesar -3,33% YoY.
Terakhir, jumlah penumpang angkutan laut domestik juga mengalami penurunan -0,55% dan jumlah penumpang ASDP tercatat turun -3,67%.





