Bisnis.com,BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan mengikutsertakan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dalam pembentukan holding BUMD Sangga Buana.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan dari 37 BUMD dengan komposisi 28 BUMD keuangan dan 9 BUMD nonkeuangan, rencana pembentukan holding tidak akan melibatkan bank bjb.
“Ada holding keuangan, yang jelas bjb tidak masuk ke holding ini,” katanya dikutip Senin (2/3/2026).
Baca Juga
- Dedi Mulyadi Pilih Sanggabuana, Jadi Nama Holding BUMD Jabar
- Dedi Mulyadi Tarik Pinjaman Rp2 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Jabar
- DPRD Jabar Godok Utang Dedi Mulyadi Rp2 Triliun untuk Proyek Strategis
Menurutnya keputusan tidak memasukan Bjb karena bank tersebut masuk dalam kategori sistemik juga sudah merupakan perusahaan terbuka yang sudah melantai di bursa.
“Jadi prosedurnya kan tidak sesederhana yang dibayangkan, Bjb clear tidak masuk holding, jadi sudah tersendiri,” ujarnya.
Pihaknya saat ini tengah berdiskusi dengan OJK guna membahas nasib penyaturan 27 lembaga keuangan yang berbentuk BPR dan LKM.
“Kami konsultasi dengan OJK apakah bisa bersatu holding atau konsolidasi perbankan karena di dalamnya ada lembaga keuangan mikro,” katanya.
Pembentukan holding BUMD Sangga Buana ini menurutnya akan dibahas bersama DPRD Jabar karena harus melahirkan payung hukum berupa peraturan daerah. Setidaknya ada dua perda yang diajukan yakni Perda Pembentukan Sangga Buana dan Perda tentang Penyertaan Modal.
Sementara itu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan proses pembahasan dan pembentukan holding BUMD tinggal menunggu surat rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“Holding lagi nunggu rekomendasi dari pak Mendagri, saya sudah berkirim surat,” katanya.
Dedi juga memastikan dirinya menetapkan nama Sangga Buana sebagai nama holding BUMD tersebut. “Sangga Buana, Sangga itu penyangga, Buana itu dunia."





