EtIndonesia. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) pada 28 Februari menyatakan bahwa dalam operasi tempur terhadap Iran kali ini, untuk pertama kalinya dikerahkan satuan khusus drone bunuh diri bernama “Task Force Scorpion Strike”.
CENTCOM juga menegaskan bahwa meskipun pada hari yang sama Iran melakukan serangan balasan, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa di pihak militer AS. Kerusakan pada fasilitas militer Amerika disebut ringan dan tidak mengganggu kelanjutan operasi.
Konsentrasi Kekuatan Militer Terbesar dalam Generasi Ini
Dalam beberapa waktu terakhir, militer AS melakukan pengerahan besar-besaran di kawasan Timur Tengah. CENTCOM menyebut bahwa “Operation Epic Fury” melibatkan konsentrasi kekuatan militer regional terbesar Amerika dalam satu generasi terakhir.
Dalam unggahan di platform X pada 28 Februari sore, CENTCOM menyatakan bahwa pasukan AS dan mitranya memulai serangan pada pukul 01.15 dini hari waktu Pantai Timur AS. Tujuan utama operasi ini adalah melumpuhkan sistem keamanan rezim Iran, dengan prioritas menyerang lokasi-lokasi yang dinilai menimbulkan ancaman langsung.
Target serangan meliputi:
- Fasilitas komando dan kendali Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
- Sistem pertahanan udara Iran
- Lokasi peluncuran rudal dan drone
- Pangkalan udara militer
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyatakan bahwa operasi dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump. Ia menegaskan bahwa personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korps Marinir, Angkatan Antariksa, dan Penjaga Pantai AS “menjawab panggilan tugas dengan keberanian.”
Serangan Balasan Iran Gagal Menimbulkan Korban
Setelah gelombang serangan awal dilancarkan oleh pasukan AS dan sekutunya, Iran melakukan ratusan serangan balasan menggunakan rudal dan drone. Namun CENTCOM menyatakan bahwa seluruh serangan tersebut berhasil dipertahankan.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa di pihak militer AS. Kerusakan fasilitas militer dinilai ringan dan tidak memengaruhi operasi lanjutan.
CENTCOM juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa jam awal operasi, militer AS menggunakan amunisi presisi yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut secara simultan.
Pertama Kali Gunakan Drone Bunuh Diri Berbiaya Rendah
Dalam operasi ini, Task Force Scorpion Strike untuk pertama kalinya menggunakan drone bunuh diri berbiaya rendah dalam pertempuran nyata.
CENTCOM juga membantah sejumlah klaim Iran di media sosial:
- ❌ Klaim bahwa 50 personel militer AS tewas — Tidak benar.
✅ Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. - ❌ Klaim bahwa kapal Angkatan Laut AS terkena serangan rudal — Tidak benar.
✅ Tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan. Armada tetap beroperasi penuh.
Sistem Drone LUCAS
Salah satu sistem yang digunakan adalah Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), yakni drone serangan satu arah (one-way attack drone). Bentuknya hampir identik dengan drone buatan Iran tipe Shahed, yang sebelumnya banyak digunakan Rusia dalam perang di Ukraina dan kini telah dikembangkan menjadi versi produksi dalam negeri Rusia.
Drone LUCAS dikembangkan oleh perusahaan rekayasa Amerika, SpektreWorks. Sistem ini dapat diluncurkan dari peluncur katapel, kendaraan, maupun stasiun darat bergerak. Menurut Angkatan Laut AS, drone ini memiliki kemampuan lepas landas dengan dorongan roket dan jangkauan operasional yang “sangat jauh.” (Jhon)





