Kondisi cuaca turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan mudik 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta polisi melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem saat arus mudik maupun balik.
"Ini tolong untuk betul-betul bisa menjadi SOP. Dengan pengalaman penanganan bencana alam Sumatera kemarin, apalagi BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga Maret 2026. Oleh karena itu kita siapkan semuanya," kata Sigit saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operational Tahun 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Senin (2/3).
Menurut Sigit, Indonesia merupakan negara nomor 3 yang memiliki potensi bencana cukup lumayan. Makanya harus ada SOP mulai dari prabencana hingga pascabencana.
"Terkait dengan SOP penanganan bencana, tolong untuk rekan-rekan betul-betul kuasai," ujarnya.
"Mulai dari prabencana, bagaimana tahap persiapan yang harus kita lakukan. Saat bencana ataupun tanggap darurat, bagaimana cara bertindak yang harus kita lakukan. Dan pascabencana, pemulihan, apa saja yang harus kita lakukan," tambahnya.
Adapun puncak arus mudik 2026 diprediksi terjadi dua kali.
"Prediksi puncak arus mudik, ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret. Kemudian kita juga pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17. Sementara prediksi puncak arus mudik kedua ada di tanggal 18-19 Maret," kata Sigit.
Sedangkan puncak arus balik diprediksi juga terjadi dua kali yakni pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.
"Bila diperlukan, tentunya Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," ucapnya.





