Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dengan AS

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, tegaskan tidak akan berunding dengan Amerika Serikat setelah eskalasi konflik.
  • Presiden AS Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Sabtu itu.
  • Televisi pemerintah Iran akhirnya konfirmasi kematian Khamenei, sementara pejabat tinggi Iran lainnya dilaporkan selamat.

Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka perundingan dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan. Penegasan itu disampaikan Ketua Supreme National Security Council, Ali Larijani, pada Senin.

Melalui unggahan di platform X, Larijani membantah laporan media yang menyebut Teheran berupaya memulai dialog dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah gelombang serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan. Serangan itu terjadi setelah Iran dan AS sempat menggelar perundingan nuklir.

Larijani juga melontarkan kritik keras terhadap Trump. Ia menilai kebijakan Presiden AS tersebut telah mendorong kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan.

“Trump menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan dengan ‘fantasi delusionalnya’ dan kini takut akan bertambahnya korban pasukan Amerika,” tulis Larijani.

Ketegangan kian meningkat setelah Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS–Israel.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas,” tulis Trump di media sosial pada Sabtu (28/2). Trump menyebut sistem intelijen dan pelacakan canggih AS serta kerja sama erat dengan Israel membuat Khamenei dan sejumlah pejabat Iran tidak mampu menghindari serangan.

Klaim tersebut sempat dibantah Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kepada media AS bahwa Khamenei dalam kondisi aman, meski tidak menyertakan bukti pendukung. Namun kemudian, televisi pemerintah Iran pada Ahad mengonfirmasi bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat, sejalan dengan klaim media Israel dan pernyataan Trump.

Di tengah simpang siur informasi, pejabat Iran lainnya dilaporkan selamat. Kantor berita Rusia Sputnik mengutip pernyataan Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah yang menyebut Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat usai serangan.

“Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya baik,” tulis Ghaempanah di X.

Baca Juga: Stasiun Televisi Iran Diduga Diretas, Tiba-Tiba Muncul Donald Trump sedang Pidato

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei juga menyatakan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tidak terluka.

“Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.

Ayatollah Ali Khamenei diketahui menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, setelah sebelumnya menjabat presiden pada periode 1981–1989, menjadikannya salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di Timur Tengah.

Serangan AS dan Israel pada Sabtu menyasar sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memperdalam kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Makassar Hari Ini, 12 Ramadan 1447 H
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Debut Sinetron lewat Dunia Tanpa Tuhan, Oki Rengga Ngaku Susah Beradegan Kaget
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PT KAI Daop 8 Surabaya Operasikan 10 Kereta Tambahan Lebaran
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Sinar Mas Wakafkan 1.000 Mushaf Alquran kepada PP Muhammadiyah di Momen Bulan Ramadan
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Duduk Berjam-jam, Kursi Ergonomis Makin Dibutuhkan Pekerja dan Atlet Esports
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.