JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 23 Warga Negara Indonesia (WNI) sempat tertahan di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi akibat perang Iran versus Israel.
Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, mengatakan 23 WNI itu kini telah aman dan keluar dari Bandara.
“Saat ini mereka sudah berhasil dikeluarkan semua dari Bandara dan sudah diakomodasi pada beberapa hotel di Abu Dhabi,” kata Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk UEA Judha Nugraha di Abu Dhabi, dilansir ANTARA, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Cerita WNI di Qatar Sempat Panik Lihat Misil Jatuh
Sebagian WNI baru pulang umrahPuluhan WNI yang sebagian besar adalah penumpang transit, beberapa di antaranya baru selesai melakukan ibadah umrah terpaksa tertahan di Bandara Zayed karena pembatalan penerbangan seluruh maskapai akibat penutupan ruang udara di sejumlah wilayah kawasan.
Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 ketika serangkaian serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa target di Iran memicu balasan rudal dan drone dari Teheran yang juga meluas ke negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab.
Baca juga: Deretan Imbauan untuk WNI Usai Serangan AS ke Iran: Tunda Perjalanan hingga Tetap Waspada
Serangan Iran telah mengguncang beberapa wilayah kota seperti Abu Dhabi dan Dubai, dengan laporan mengenai ledakan, penutupan koridor udara, penangguhan penerbangan internasional, hingga dampak terhadap infrastruktur transportasi sipil.
Dalam keterangannya, Dubes Judha Nugraha menjelaskan bahwa 23 WNI yang tertahan tersebut sempat mengalami keterlambatan keluar dari bandara karena gangguan operasional dan pembatasan aktivitas di area terminal akibat kondisi keamanan yang dinamis.
Namun, dengan koordinasi intensif antara KBRI Abu Dhabi, otoritas setempat, serta pihak maskapai, seluruh WNI telah dipastikan mendapatkan perlindungan konsuler dan dikeluarkan dengan aman, serta sudah diakomodasi sesuai kebutuhan sementara.
“Seluruh WNI dalam kondisi aman dan telah mendapatkan pendampingan oleh perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Abu Dhabi. Kami terus memantau situasi dan memastikan hak serta keselamatan mereka terlindungi,” ujar Judha Nugraha.
Baca juga: Daftar Lengkap Nomor Darurat untuk WNI di Timur Tengah Usai Serangan Israel-AS
Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar berhasil diadang pertahanan udara UEA, namun serpihan peralatan tempur itu ketika jatuh ke tanah sempat menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di lingkungan penduduk sipil.
Konflik di kawasan Timur Tengah itu berdampak pada penerbangan sejumlah maskapai internasional seperti Etihad Airways, milik pemerintah Abu Dhabi, yang menangguhkan penerbangan untuk sementara waktu ke dan dari Uni Emirat Arab hingga setidaknya 4 Maret 2026.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI juga terus mengimbau seluruh WNI di wilayah Teluk Persia untuk tetap waspada, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat guna memastikan keselamatan selama periode yang tidak pasti tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




