Konferensi Pendidikan Ursulin, Saling Menguatkan Semangat Santa Angela

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Asia Pasific Ursuline Education Conference atau APUEC 2026 jadi ruang kolaboratif bagi para pendidik untuk merefleksikan semangat mendidik oleh Santa Angela Merici yang menjadi nilai dari sekolah-sekolah di bawah ordo Santa Ursula. Indonesia menjadi tuan rumah dari konferensi tersebut.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua III Yayasan Satya Bhakti, yayasan yang menaungi Sekolah Santa Ursula, Suster Moekti K Gondosasmito mengutarakan, tema "Menghayati Semangat Angela; Membangun Jembatan untuk Masa Depan" diambil sebagai ruang sakral untuk refleksi, perjumpaan, dan pembelajaran bersama para pengajar di sekolah Santa Ursula.

Konferensi ini mengajak semua peserta untuk memperkuat relasi antarpendidik yang melayani, mendengarkan pengalaman satu sama lain, dan bersama-sama memahami bagaimana visi Santa Angela Merici dapat dihayati dengan setia dalam realitas pendidikan saat ini. Adapun konferensi digelar di Hotel Pullman, Jakarta pada 2 sampai 6 Maret 2026.

"Pertemuan ini juga merupakan komitmen kolektif kita untuk mempertahankan karisma Santa Angela melalui kolaborasi dan tanggung jawab bersama," kata Suster Moekti di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Suster Moekti menegaskan, APUEC 2026 yang terakhir digelar pada tahun 2016 karena terhalang Pandemi Covid-19 ini jadi momentum kebangkitan kolaborasi pendidikan Ursulin. Para suster, guru, pimpinan sekolah, hingga praktisi pendidikan harus saling menguatkan nilai-nilai Ursulin.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Masa depan pendidikan menuntut kerja sama dan koneksi antarnegara,” ucapnya.

Tantangan pendidikan sekarang bukan hanya soal capaian akademik.

Melalui pembentukan tim sumber daya spiritualitas dan berbagi praktik terbaik, pertemuan ini juga berupaya memperdalam pemahaman tentang spiritualitas Ursulin dan lebih menghidupkannya dalam lingkungan pendidikan formal.

Baca JugaJakarta Eucharistic Revival 2026, Cara Baru Merayakan Ekaristi

Dia berharap, momentum ini makin memupuk hubungan bermakna di antara para peserta dan membantu kita saling mengenal lebih dalam sebagai anggota misi pendidikan Ursulin yang sama. Adapun jumlah peserta yang mengikuti konferensi ini 127 orang dari 15 negara di kawasan Asia Pasifik.

"Semoga konferensi ini menjadi momen rahmat untuk memperbarui dedikasi kita terhadap pendidikan yang berakar pada iman, pelayanan, dan kehadiran yang penuh kasih sayang, dengan bersama-sama kita terus membangun jembatan harapan untuk masa depan," tutur Suster Moekti.

Sepanjang pertemuan, APUEC akan menggelar sejumlah sesi diskusi yang berfokus pada nilai mendengarkan, kesehatan mental, keterlibatan, dan tanggung jawab ekologis, bersama dengan ibadah harian dan kegiatan budaya. Para peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi sekolah-sekolah Ursulin di Jakarta.

Salah satu sesi utama rangkaian APUEC akan turut menghadirkan psikolog Ratih Ibrahim, seorang alumni Santa Ursula Jakarta, yang bakal membahas pendekatan komunikasi dan cara memahami karakter Generasi Z.

Membangun koneksi lintas negara

Panitia Perencana APUEC Suster Leonora Teresa Periga menilai, konferensi ini berperan besar untuk membangun relasi nyata antarpendidik Ursulin yang ada dunia. Harapannya, para peserta mampu membangun koneksi kuat lintas negara dan membawa pulang semangat Santa Angela Merici ke komunitas masing-masing.

"Salah satu karunia Angela adalah penghormatan terhadap setiap pribadi dan pentingnya mendengarkan, sebab dengan mendengarkan martabat setiap orang akan terjaga," kata Suster Leonora.

Dia menegaskan, ini bukan sekadar ajang berbagi gagasan, melainkan membangun jejaring kolaborasi lintas negara di antara para guru dan kepala sekolah Ursulin.

Para peserta akan pulang ke negara masing-masing dengan semangat baru untuk memperkuat relasi di sekolah dan menumbuhkan nilai perdamaian di tengah masyarakat global yang dinilai semakin membutuhkan empati dan dialog.

Baca JugaPamor Sekolah Berlatar Agama Moncer

Menurut biarawati asal Australia ini, tantangan pendidikan sekarang bukan hanya soal capaian akademik, tapi juga membangun koneksi antarmanusia di tengah dominasi media sosial. Banyak siswa lebih aktif berkomunikasi secara daring, tapi kurang terhubung dalam kehidupan nyata. Karena itu, konferensi ini mendorong para pendidik untuk kembali ke sekolah dengan pendekatan lebih relasional.

“Tujuan kami adalah agar para guru dan kepala sekolah memungkinkan hubungan yang lebih kuat dengan siswa mereka dan antar siswa, serta melintasi hambatan dengan cara positif untuk menciptakan masyarakat global yang kaya dan damai,” ucapnya.

Salah satu fasilitator APUEC 2026, Wilasa Vichit Vadakan yang tumbuh dalam lingkungan Ursulin, berbagi ceritanya saat pernah tinggal di beberapa negara. Menurut dia, seorang alumnus Ursulin pasti memiliki ketangguhan di mana pun berada.

Ia menceritakan pengalamannya saat berada di Amerika Serikat. Ketika mengenakan pakaian dengan lambang Serviam, seseorang yang tidak dikenalnya berlari menghampiri karena mengenali simbol tersebut.

“Ia berkata, ‘Saya juga lulusan sekolah Ursulin.’ Kami akhirnya makan siang bersama,” kenangnya. Momen itu menunjukkan kuatnya ikatan nilai yang melampaui batas geografis.

Baca JugaMurid SD Doakan Paus Fransiskus

Karena itu, APUEC menekankan pentingnya membangun banyak jembatan kecil yang saling terhubung, bukan hanya satu jalan besar. Melalui semangat mendengarkan, pelayanan, dan resiliensi, para peserta konferensi diharapkan mampu memperkuat koneksi lintas budaya dan menghadirkan jejaring global yang kuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Tersingkir karena Kiper Asing, Muhammad Riyandi Buktikan Jadi Pahlawan Persis saat Tumbangkan Persik
• 25 menit lalubola.com
thumb
Roti Maros Sanggalea Resmi Hadirkan Risol Frozen Homemade, Buruan Order
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Istana: Try Sutrisno Salah Satu Putra Terbaik Bangsa
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran, Simbol Balas Dendam Syiah Iran
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Impor Melonjak 18%, Neraca Perdagangan Januari 2026 Anjlok Jadi US$ 950 Juta
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.