Liputan6.com, Jakarta - Polri atau Kepolisian Republik Indonesia menggelar Operasi Ketupat 2026 dari tanggal 13-15 Maret 2026. Dalam operasi ini, Polri menyediakan 2.746 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merinci, total 2.746 posko terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.
Advertisement
"Di mana 1.624 bentuknya adalah Pos Pam dimana kegiatannya lebih banyak sebagai pusat informasi dan juga kegiatan-kegiatan gatur lalin," ujar Listyo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, posko pelayanan tersebut dapat digunakan sebagai tempat istirahat bagi pengemudi kelelahan. Selanjutnya ada posko terpadu yang didalamnya tersedia rest area serta pelayanan lain untuk para pemudik.
Listyo menegaskan, bagi para pemudik agar bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan. Ia menyebut akan ada sosialisasi yang diberikan oleh kepolisian.
Operasi Ketupat 2026 akan melibatkan 161.242 personel gabungan, yang terdiri Polri, TNI, dan instansi terkait.
"Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik," terang Listyo.




