Mendag Cari Cara Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meredam dampak ekonomi global akibat eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Budi mengatakan pengalaman konflik sebelumnya antara Iran dan Israel tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Namun menurutnya, apabila terjadi eskalasi hingga penutupan Selat Hormuz, maka harga minyak dunia berpotensi melonjak. Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi, transportasi, hingga harga barang konsumsi.

"Pasti ya, nanti minyak atau bahan bakunya jadi naik ya. Tapi kan gini, pertumbuhan ekonomi kita kan banyak ditopang oleh konsumsi dalam negeri, konsumsi domestik. Jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu," ujar Budi ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menyebut sektor manufaktur dan ekspor akan menjadi yang paling terdampak karena adanya peningkatan biaya produksi dan logistik. Namun, hal ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia saja, tetapi bersifat global.

Baca Juga :

Perang AS-Iran Picu Kenaikan BBM, Pemerintah Siapkan Antisipasi
(Ilustrasi. Foto: Dok Kemenkeu)
  Diversifikasi pasar ekspor Oleh karena itu, strategi kedua pemerintah adalah mendorong ekspor ke pasar-pasar yang relatif tidak terdampak konflik. Diversifikasi tujuan ekspor dinilai penting untuk menjaga momentum perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah, lanjutnya, akan memaksimalkan berbagai stimulus yang telah disiapkan khususnya menjelang momentum Lebaran, serta mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk menjaga perputaran ekonomi domestik.

"Kita antisipasi itu dulu, kita jaga momentum yang bagus itu. Apalagi ini mau Lebaran, saya pikir banyak ya stimulus yang telah diberikan oleh pemerintah. Dan kita akan terus melakukan gerakan-gerakan bersama swasta, ya untuk meningkatkan daya beli kita, untuk meningkatkan daya beli kita di pasar domestik," jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Super League: Dihiasi Penalti, Persebaya vs Persib Berakhir Imbang
• 2 menit lalukumparan.com
thumb
Dari Bekasi ke seluruh Indonesia, ini cara Attack Jaz1 Serbaguna bersihkan 100 masjid
• 4 jam lalubrilio.net
thumb
Bandar Narkoba Setor Rp1,8 M ke AKP Malaungi Diburu! Polisi Beberkan Ciri Fisik Hamid alias Boy
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Wafatnya Try Sutrisno Jadi Kehilangan Besar bagi Demokrasi dan Militer Indonesia
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Safari Ramadan, Pilar Bersama Wagub Banten Silaturahmi dengan Masyarakat di Tangsel
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.