Bisnis.com, BANDA ACEH — Ketegangan global menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran pecahnya Perang Dunia Ketiga, tetapi sejumlah negara dinilai relatif aman jika konflik berskala global benar-benar terjadi.
Laporan The Sun dan Metro UK menyebutkan masih terdapat beberapa tempat perlindungan aman. Terutama negara-negara netral secara politik, wilayah terpencil, hingga negara dengan ketahanan pangan dan sumber daya mandiri. Penilaian tersebut juga mengacu pada peringkat Global Peace Index (GPI) yang menempatkan sejumlah negara sebagai yang paling damai di dunia.
Dilansir dari Metro UK, Senin (2/3/2026) melaporkan, “Saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, Teheran memerintahkan serangan balasan terhadap negara-negara tetangganya, kekhawatiran semakin meningkat bahwa Perang Dunia Ketiga akan meletus,” menyoroti eskalasi terbaru di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran konflik global.
Simak daftar negara atau wilayah yang disebut relatif aman jika Perang Dunia III terjadi: 1. AntartikaTerletak di titik paling selatan bumi, Antartika disebut sebagai lokasi paling aman secara geografis karena jaraknya sangat jauh dari negara-negara pemilik senjata nuklir. Wilayah seluas lebih dari 14 juta kilometer persegi ini memiliki ruang luas untuk berlindung, meski kondisi iklim ekstrem menjadi tantangan utama.
2. Islandia
Islandia secara konsisten menempati posisi teratas dalam Global Peace Index sebagai negara paling damai di dunia. Negara ini tidak pernah terlibat dalam perang skala penuh dan memiliki sumber daya air tawar, energi terbarukan, serta sumber daya laut yang membuatnya relatif mandiri.
3. Selandia Baru
Selandia Baru menempati peringkat kedua dalam Global Peace Index dan dikenal memiliki kebijakan anti-nuklir serta jarang terlibat konflik bersenjata. Topografi pegunungan dan kemampuan memproduksi pangan sendiri memperkuat posisinya sebagai negara yang relatif aman.
4. Swis
Swiss dikenal dengan sikap netral selama hampir dua abad. Negara ini terlindungi oleh bentang alam pegunungan, posisi terkurung daratan, serta memiliki sejumlah bunker nuklir sebagai perlindungan tambahan.
5. Tuvalu
Negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik ini hanya dihuni sekitar 11.000 penduduk. Infrastruktur yang terbatas serta minimnya sumber daya alam justru membuatnya dianggap bukan target strategis dalam konflik global.
6. Argentina
Argentina dinilai memiliki peluang bertahan dari krisis pangan akibat perang nuklir karena memproduksi gandum dalam jumlah besar. Studi yang dikutip menyebutkan bahwa asap nuklir dapat menghalangi sinar matahari dan merusak panen global, namun Argentina telah memiliki ketahanan produksi pangan.
7. Bhutan
Bhutan menyatakan netral setelah bergabung dengan PBB pada 1971. Negara ini terkurung daratan dan dikelilingi wilayah pegunungan yang menambah lapisan perlindungan alami.
8. Chili
Dengan garis pantai sepanjang 4.000 mil serta infrastruktur modern, Chili memiliki sumber daya pertanian dan teknologi yang cukup untuk menopang kebutuhan domestik jika terjadi perang global.
9. Fiji
Fiji berjarak sekitar 2.700 mil dari Australia dan memiliki angkatan bersenjata kecil sekitar 6.000 personel. Lokasi terpencil, hutan lebat, serta sumber daya mineral dan perikanan membuatnya relatif aman.
10. Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki lahan subur, sumber air tawar melimpah, serta infrastruktur modern di kota-kota besar seperti Cape Town. Ketersediaan pangan dinilai menjadi faktor penting dalam bertahan dari konflik global.
11. Indonesia
Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang relatif aman karena menganut politik luar negeri “bebas dan aktif”. Presiden pertama RI, Sukarno, mendefinisikan kebijakan tersebut sebagai bertindak independen dalam urusan internasional dan mengedepankan perdamaian dunia.
Selain itu, Indonesia telah mengembangkan sektor pertanian selama bertahun-tahun, sehingga dinilai mampu bertahan jika perdagangan global terganggu akibat perang.
Kondisi Geopolitik SekarangAl Jazeera melaporkan ketegangan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran yang juga dibalas langsung oleh Teheran. Di saat bersamaan, konflik Rusia-Ukraina, Afganistan-Pakistan, serta meningkatnya tensi geopolitik di Asia dan Timur Tengah memperkuat kekhawatiran perang global berskala luas.
Kondisi tersebut membuat negara-negara yang netral secara politik, terpencil secara geografis, dan mandiri dalam pangan maupun energi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menghindari dampak langsung Perang Dunia Ketiga.
Indonesia termasuk dalam daftar negara yang disebut relatif aman karena dinilai posisi diplomatiknya yang bebas dan aktif serta ketahanan sektor pertanian domestik.
Meskipun saat ini posisi Indonesia sebagai negara non-blok (bebas aktif) perlu dipertanyakan, mengingat Indonesia yang resmi masuk sebagai anggota Board of Peace (Dewan Perdamaian) bentukan Trump. Hal ini tentu disesalkan akan membuat posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang diinginkan Sukarno tidak terwujud.





