JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jalan Ancol Barat I, RW 1, Pademangan, Jakarta Utara, mengeluhkan air PAM yang tidak mengalir selama sepekan terakhir. Kondisi ini memaksa warga mengangkut air galon setiap hari, terlebih bulan Ramadhan.
Rosidah (35) mengaku harus membawa sekitar 10 galon air per hari dari titik distribusi ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter.
“Capek ngangkatin mulu. Ada 10 galon lah untuk sehari, jarak sekitar 100 meter dari sini ke rumah. Itu sampe anak kecil ambilin air. Udah ujan-ujanan terus puasa, haduh,” katanya saat ditemui Kompas.com pada Senin (3/2/2026).
Baca juga: Di Cilincing, Laut Tercemar Berubah Menjadi Arena Bermain Anak-anak
Ia mengatakan, selama sepekan terakhir air benar-benar tidak mengalir sama sekali.
“Udah seminggu, iya. Bener-bener mati, enggak ada sama sekali. Tiba-tiba mati aja itu air,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Isma, warga RW 1 lainnya. Ia mengungkapkan, sebelum mati total, air sempat mengeluarkan bau tidak sedap dan alirannya kecil.
“Pertama airnya bau dulu, lama-lama mati. Nyalanya kecil, entar nyala, mati lagi,” ungkapnya saat ditemui Kompas.com, Senin.
Menurut dia, sekitar lima RT terdampak gangguan tersebut. Bantuan air bersih melalui mobil tangki datang atas permintaan Ketua RW setempat. Namun, kedatangan mobil tangki itu tidak menentu.
"Sekali aja sore. Enggak tentu, udah enggak tentu datengnya. Tergantung dikirim dari sana," kata Isma.
Baca juga: Pemkot Jaksel Segel Lapangan Padel Fourthwall di Cilandak karena Tak Berizin
Ia menilai, aliran air tersebut mati merupakan dampak dari proyek galian yang berada di jalan sekitar Ancol Barat.
"Biasanya dampaknya dari galian-galian yang perbaikan jalan itu sih ya," tuturnya.
Isma berharap agar air segera kembali normal dan tidak lagi sering mati, terutama saat kondisi warga yang tengah berpuasa.
"Capek, ini bulan puasa. Harus ngangkut-ngangkut air ya," imbuh Isma.
Kompas.com sudah menghubungi Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza mengenai permasalahan ini, tetapi belum mendapat tanggapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang