Jakarta, tvOnenews.com - Kabar duka datang dari dunia voli internasional setelah sebanyak 20 pevoli putri Iran dinyatakan tewas akibat serangan bom AS-Israel.
Kabar ini diketahui dari media Iran, Al Mayadeen, yang melaporkan bahwa sejumlah atlet meninggal dunia akibat serangan udara yang menargetkan sebuah gedung olahraga di Iran Selatan.
"Kantor Kejaksaan Negeri di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat agresi AS-Israel yang mengerikan di sekolah dasar putri di Minab telah meningkat menjadi 165 orang yang tewas dan 96 lainnya terluka," tulis laporan tersebut.
"Dalam serangan Israel terpisah pada hari Sabtu, 20 pemain voli putri tewas setelah sebuah gedung olahraga di kota Lamerd, di Provinsi Fars diserang, menurut seorang pejabat provinsi, menambah jumlah korban sipil yang terus meningkat." tulis @MayadeenEnglish.
Menurut informasi tambahan dari Filgoal, bahwa ada banyak anak-anak yang berada di dalam gedung olahraga saat serangan terjadi. Tercatat juga ada empat fasilitas lain di kota tersebut mendapatkan serangan udara dari AS-Israel.
Selain 20 pevoli putri Iran yang meninggal dunia, terdapat 100 orang yang terluka akibat serangan tersebut.
Hal ini juga membuat Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) mengucapkan belasungkawa atas tewasnya 20 pevoli putri Iran. Hal ini diungkapkan melalui lama resminya.
"FIVB terkejut dan sangat prihatin dengan kabar bahwa beberapa pemain voli muda di Iran tewas dalam situasi keamanan yang memburuk di Timur Tengah dan sekitarnya. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga yang terlibat dan semua yang terdampak oleh krisis yang sedang berlangsung ini." tulis pernyataan FIVB.
Selain itu induk bola voli dunia tersebut juga mengatakan bahwa anggotanya tengah terjebak dan mengungsi di tempat aman. Selain itu FIVB juga fokus akan keselamatan semua atlet voli dan ofisial yang terjebak dalam konflik tersebut.




