Penulis: Salmon
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong diversifikasi ekspor non-tambang guna memperkuat struktur ekonomi daerah. Langkah ini diambil untuk mengurangi dominasi sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama ekspor Sulawesi Tenggara.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara, pemerintah daerah mengarahkan perhatian pada pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai strategi jangka panjang membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Sukanto Toding, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 98 persen ekspor daerah masih didominasi sektor tambang, sementara sektor non-tambang baru berkontribusi sekitar 2 persen.
"Komposisi ini tentu belum ideal. Sumber daya tambang bersifat tidak terbarukan dan sangat rentan terhadap fluktuasi harga global," ujarnya, dikutip Senin 2 Maret 2026.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha untuk mulai berorientasi ekspor pada komoditas unggulan non-tambang seperti kakao, mete, rumput laut, hasil perikanan, serta berbagai produk olahan pertanian.
Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Upaya diversifikasi ini diharapkan tidak hanya memperluas pasar ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah dari ketergantungan pada sektor ekstraktif.
Strategi tersebut turut diperkuat dengan pengoperasian pelabuhan peti kemas bertaraf internasional di Kendari. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan sistem direct call atau ekspor langsung ke negara tujuan tanpa harus transit melalui kota besar seperti Makassar maupun Surabaya. Dengan demikian, biaya logistik dapat ditekan dan waktu pengiriman menjadi lebih efisien.
Langkah strategis ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor non-tambang di Sulawesi Tenggara. Ke depan, ekspor daerah diharapkan semakin beragam, berdaya saing, dan berkelanjutan demi memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Editor: Redaksi TVRINews





