JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kemudahan kamera ponsel yang kian canggih, jasa fotografer keliling di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta ternyata belum sepenuhnya ditinggalkan.
Dengan tarif Rp 20.000 per lembar foto cetak, sejumlah pengunjung mengaku masih tertarik menggunakan layanan tersebut, terutama untuk mengabadikan momen kebersamaan.
Pada Jumat (27/2/2026), Kompas.com berbincang dengan beberapa pengunjung yang baru saja difoto oleh fotografer keliling di pelataran Monas.
Dewi (29), warga Depok, datang bersama dua temannya. Mereka semula hanya berjalan santai mengelilingi kawasan Monas.
Namun ketika seorang fotografer menawarkan jasa, mereka tak menolak.
“Tadi difotoin sama bapaknya, ya sekalian aja. Jarang-jarang ke sini bertiga,” kata Dewi.
Menurutnya, meski membawa ponsel pribadi, hasil foto dari kamera DSLR terlihat lebih baik, terutama dari segi pencahayaan dan komposisi.
“Kalau pakai HP kadang ada yang kepotong atau gelap. Ini kan sekalian ada Monas-nya kelihatan jelas,” ujar dia.
Dewi membayar Rp 20.000 untuk satu lembar foto cetak ukuran standar. Ia menilai harga tersebut masih masuk akal untuk lokasi wisata ikonik seperti Monas.
“Ya masih oke sih Rp 20.000. Langsung jadi juga, nggak nunggu lama,” kata Dewi.
Baca juga: Bertahan 4 Dekade di Monas, Budi dan Perjuangan Fotografer Keliling di Era Digital
Ia mengaku tidak selalu menggunakan jasa fotografer setiap berkunjung ke tempat wisata. Biasanya, keputusan itu bergantung pada situasi dan kebutuhan.
“Kalau lagi rame-rame dan pengin foto bareng semua, biasanya pakai. Soalnya kalau minta tolong orang kan kadang nggak enak,” ucap dia.
Bagi Dewi, foto cetak memiliki nilai sentimental tersendiri dibandingkan file digital di ponsel.
“Kalau dicetak tuh rasanya lebih ada kenangannya. Bisa disimpan. Kalau di HP kadang lupa,” tutur Dewi.
Pandangan serupa diungkapkan Fajar (29), warga Tangerang, yang datang bersama istri dan anaknya. Ia mengaku awalnya tidak berencana memakai jasa fotografer keliling.