PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan butuh "terlalu lama" bagi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk mengubah pendiriannya setelah awalnya menolak mengizinkan penggunaan pangkalan Diego Garcia milik Inggris-AS untuk menargetkan Iran.
Starmer mengumumkan pada Minggu malam bahwa pasukan AS akan diizinkan beroperasi dari pangkalan Inggris melawan Iran, tetapi hanya dalam peran terbatas yang menargetkan lokasi rudal. Trump menyoroti masalah-masalah seputar Diego Garcia, di Kepulauan Chagos, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Daily Telegraph.
“Hal seperti itu mungkin belum pernah terjadi sebelumnya antara negara kita,” katanya, menambahkan: “Sepertinya dia khawatir tentang legalitasnya.”
Serangan militer AS-Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan proses negosiasi antara Teheran dan Washington. Serangan tersebut menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran. Sebagai tanggapan, Iran menargetkan lokasi-lokasi strategis di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, tempat pangkalan AS berada.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.




