Keindahan yang Tersembunyi dari Dunia

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seorang tukang kayu dan muridnya berjalan melewati sebuah hutan. Di sana, mereka melihat sebatang pohon yang tinggi, besar, dan berdiri dengan gagah.

Sang guru bertanya,
“Tahukah kamu mengapa pohon ini bisa berdiri dengan begitu anggun dan indah di sini?”

Murid itu memandang pohon tersebut dan menjawab,
“Tidak tahu, Guru.”

Sang guru berkata,
“Karena batang dan cabangnya bengkok dan berliku-liku. Ia tidak cocok dijadikan kursi, tidak cocok menjadi meja, dan tidak pula layak dijadikan balok penyangga bangunan. Justru karena ‘kekurangannya’ itulah, ia terhindar dari kapak para penebang. Maka hari ini kita masih bisa duduk di bawahnya, berteduh, dan menikmati keindahannya.”

Ternyata keberadaan pohon yang indah itu telah melewati banyak ujian. Ia lolos dari berbagai penilaian meremehkan para penebang kayu. Karena dianggap tidak berguna, ia justru selamat, dan keindahannya bisa dinikmati oleh generasi setelahnya.

Kisah lain datang dari ibu mantan Presiden Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower. Ketika ia diwawancarai di kampung halamannya, seorang wartawan bertanya,

“Anda pasti sangat bangga memiliki putra yang begitu luar biasa, bukan?”

Sang ibu tersenyum dan menjawab,
“Ya, tentu. Tapi saya bahkan lebih bangga pada putra saya yang lain. Ia sekarang sedang bertani di luar sana.”

Di mata seorang ibu, baik anak yang menjadi petani maupun anak yang menjadi presiden, keduanya sama-sama luar biasa.

Setiap orang memiliki keindahan dan bakatnya sendiri. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Selama itu lahir dari diri sendiri, maka itu adalah sesuatu yang baik dan berharga.

Namun, bakat dan keindahan itu harus disiram dengan keyakinan. Jika tidak dirawat dan tidak dipercaya, ia akan terus tersembunyi jauh di dalam hati, tak pernah benar-benar muncul ke permukaan.

Hikmah Cerita

Sering kali manusia mengeluhkan dirinya yang biasa-biasa saja dan merasa memiliki banyak kekurangan. Ironisnya, justru “kebiasaan” dan “kekurangan” itulah yang kadang membawa keselamatan dan ketenangan.

Seperti pohon dalam cerita tadi. Karena dianggap tidak sempurna, ia justru tetap hidup dan berdiri kokoh di antara langit dan bumi.

Dari sudut pandang tukang kayu, pohon yang bengkok itu tidak berguna karena tak bisa dijadikan furnitur. Namun bagi orang lain, pohon itu adalah karya seni alam yang indah.

Begitu pula dalam persahabatan. Mampu menerima dan bahkan menghargai kekurangan orang lain, itulah tanda persahabatan sejati.

Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang berharga bukanlah kesempurnaannya—melainkan keberadaannya yang unik dan tak tergantikan. (jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih Borneo FC Kecewa Sempat Dilarang Latihan Resmi di JIS Jelang Hadapi Persija: Kami Harus Menjajal Venue Pertandingan
• 9 jam lalubola.com
thumb
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 2 Maret 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Serangan Rudal Hantam Teheran, Fasilitas Medis Rusak di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Aceh, Warga Diimbau Salat Khusuf
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berbicara di Ponpes Hidayatullah, Sekjen PSI Raja Juli Ajak Santri Peduli Hutan
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.