Iran tengah menggencarkan serangan balik terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menyerang Teheran. Terlebih, serangan itu telah menggugurkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi mengatakan serangan balik itu mendapatkan dukungan dari masyarakat Iran. Bahkan, dukungan itu ditunjukkan semenjak awal perang.
"Pengalaman selalu menunjukkan bahwa musuh asing dan musuh bersama justru membuat bangsa menjadi lebih nasionalis dengan menciptakan solidaritas," kata dia di Kedubes Iran di Jakarta, Senin (2/3).
"Dan rakyat kami telah mendukung negara dan pemerintah sejak awal perang," sambungnya.
Boroujerdi memastikan Rakyat Iran bersatu melawan musuh.
"Jika kami memiliki perbedaan di antara kami sendiri, kami semua tetap satu melawan musuh," ucapnya.
Terkait perang ini, Bulan Sabit Merah Iran memperbarui data korban akibat serangan Israel-AS. Per Senin (2/3), ada ratusan orang yang tewas akibat serangan tersebut.
"Kami melaporkan ada 131 kota di penjuru Iran diserang Zionis-AS sejak Sabtu (28/2). Ada 555 kompatriot kami tewas," kata kelompok humaniter Iran itu, dilansir AFP.
Dari jumlah tersebut, termasuk pula puluhan siswi SD yang tewas di Minab Iran Selatan. Dilaporkan sekitar 160 orang tewas tertimbun reruntuhan.
Sementara, Komando Timur Tengah AS (CENTCOM) menyebut ada tiga tentara yang tewas akibat serangan Iran. Sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan, dan perlahan pulih lalu kembali bertugas.
"Saat ini situasinya masih cair, maka untuk menghormati keluarga, kami menahan informasi termasuk identitas tentara yang gugur," kata CENTCOM lewat akun X nya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5008494/original/083752300_1731731820-Suporter_Timnas_Indonesia_vs_jepang-1.jpg)

