Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat pernyataan tentang konflik di Timur Tengah. Dalam surat yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A Mughni dan Sekretaris Muhammadiyah Muhammad Sayuti ada 7 poin sikap PP Muhammadiyah.
Pertama, PP Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran.
"Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab," kata Syafiq, Senin (2/3).
Kedua, mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM), hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
PBB pun diminta memberikan sanksi ke Amerika Serikat dan Israel.
"Kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata," katanya
"Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah," tegasnya.
PP Muhammadiyah juga meminta Iran dan negara-negara Arab menahan diri serta mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerja sama Islam.
"Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut," katanya.
Terakhir, Muhammadiyah mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global.
"Dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," pungkasnya.





