JAKARTA, KOMPAS.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengungkapkan sikapnya atas konflik di Timur Tengah yang dimulai dengan serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
AS-Israel melakukan serangan ke Iran pada Sabtu (29/2/2026).
Serangan tersebut membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh.
Baca Juga: Dubes Iran: Musuh Zionis Tak Menghormati Bulan Suci Ramadan dan Membunuh Anak-Anak
Iran pun melakukan pembalasan atas serangan tersebut dengan menyerang Israel, dan basis militer AS di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Menyadari perkembangan yang terjadi, PP Muhammadiyah menyampaikan sikapnya.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran,” demikian bunyi pernyataan PP Muhammadiyah yang diterima Kompas TV, Senin malam (2/3/2026).
“Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab,” ucapnya.
PP Muhammadiyah juga mengancam dengan sangat serangan-serangan tersebut.
Mereka memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan PBB.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pp muhammadiyah
- konflik timur tengah
- iran
- serangan as-israel
- negara arab





