Muhammadiyah Kecam Serangan Israel Terhadap Iran, Sebut Langgar HAM dan Hukum Internasional

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammadiyah menyampaikan sikap resmi menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam keras aksi tersebut dan menilai serangan melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca Juga
  • Gaji Nakes Jakarta Disebut Sedekade tak Naik, Ini Kata Pramono
  • Prabowo Tegas: Harga Sembako tak Boleh Naik hingga Lebaran
  •  Ibas: Try Sutrisno adalah Pejuang Konstitusi dan Patriot Bangsa

Dalam Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 tentang Konflik di Timur Tengah, Muhammadiyah menyatakan serangan tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Muhammadiyah juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta korban lain akibat serangan tersebut. Belasungkawa juga disampaikan kepada korban serangan balik Iran di sejumlah negara Arab.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Muhammadiyah menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut serta mewujudkannya melalui langkah nyata.

"Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah," ujar Syafiq.

Selain itu, Muhammadiyah mengimbau Iran dan negara-negara Arab menahan diri dan mengedepankan dialog agar tidak terlibat konflik lebih jauh di antara sesama anggota OKI.

Muhammadiyah juga mendorong ditempuhnya jalur diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan konflik di kawasan tersebut serta mengajak semua negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta kekuatan masyarakat untuk menciptakan perdamaian dan keadilan global.

"Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," tutur Syafiq.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Drama Panas Jelang Persija Vs Borneo FC Buntut Polemik OT di JIS, Dandri Dauri Murka: Kami Orang Desa, Saya Bawa ke IKN!
• 3 jam lalubola.com
thumb
Kemenhub Ungkap Penerbangan Internasional Batal Imbas Serangan ke Iran, Ini Daftarnya
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Kapolri Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Try Sutrisno: Selamat Jalan Pahlawan Bangsa
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Bandar Narkoba Setor Rp1,8 Miliar ke AKP Malaungi Masuk DPO
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamendagri Ribka Tegaskan Musrenbang Otsus di Papua Harus Tuntas Maret 2026
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.