REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran turut memunculkan kekhawatiran di kalangan jamaah umrah asal Indonesia. Namun, Pembimbing Ibadah sekaligus Tour Leader (TL) Travel Haji dan Umrah Nurul Hayat Surabaya, Ustadz Nur Fauzi Palestin, memastikan kondisi jamaah yang ia dampingi tetap aman dan kondusif.
“Saya sekarang di Makkah. Tidak dipungkiri bahwa adanya konflik AS-Israel cukup mengkhawatirkan. Apalagi semalam Iran berhasil membombardir pangkalan AS di Riyadh. Tapi sejauh ini Makkah, termasuk area Tanah Haram, dalam kondisi aman tanpa kepanikan,” ujar Ustadz Fauzi saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/3/2026).
- 6.047 Jamaah Umrah Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Pastikan Perlindungan Maksimal
- KPAI: Perang Sarung Sinyal Darurat Krisis Ruang Bermain Anak
- Efek Iran Memanas: Bursa Shanghai Malah Ditutup Menguat ke Level Tertinggi dalam 10 Tahun
Sekretaris MUI Jawa Timur bidang Fatwa dan Halal ini mengatakan, aktivitas ibadah di Masjidil Haram berjalan normal. Jamaah tetap melaksanakan rangkaian umrah dengan khusyuk meski terus memantau perkembangan situasi.
Menurut dia, ada satu hal menarik yang terjadi saat shalat Witir di Masjidil Haram. Biasanya, imam membaca qunut yang cukup panjang, namun kali ini berbeda. “Semalam, Syaikh Sudais tanpa qunut. Mungkin lupa atau bagaimana, wallahu a’lam,” katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Di tengah situasi yang memanas, proses kepulangan jamaah masih berlangsung sesuai jadwal. Hanya saja, terdapat kendala bagi jamaah yang menggunakan maskapai tertentu.
Berdasarkan pembaruan informasi per 1 Maret 2026, sejumlah maskapai memutuskan membatalkan atau menangguhkan penerbangan terdampak konflik. Maskapai yang tercatat melakukan cancel atau suspend antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, Scoot, Royal Brunei Airlines, serta Oman Air.
“Sampai saat ini kepulangan masih sesuai jadwal (4 Maret 2026), kecuali yang pesawatnya menggunakan Scoot yang secara resmi tidak beroperasi pasca serangan AS ke Iran,” ucap Nur Fauzi.
Sementara itu, beberapa maskapai dilaporkan masih beroperasi, yakni Hainan Airlines, Ethiopian Airlines, Saudia, dan Lion Air.
Ustadz Nur Fauzi yang membawa 25 jamaah dari Travel Nurul Hayat Surabaya menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan maskapai untuk memastikan keselamatan jamaah.
“Kami di sini selalu berdoa untuk keselamatan dan perdamaian dunia. Semoga masih ada orang yang menempatkan kemanusiaan di atas segala-galanya,” jelasnya.
Ia juga memohon doa dari masyarakat Indonesia serta berharap pihak-pihak terkait aktif memantau perkembangan situasi. “Kalau perlu, ada langkah antisipatif dan preventif untuk keselamatan para jamaah dan para muqimin di Arab Saudi, termasuk TKW,” katanya.




