Lapor Prabowo, Zulhas Pastikan Harga dan Stok Pangan Terkendali Jelang Lebaran

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan harga dan stok pangan terkendali selama Ramadan dan jelang Lebaran tahun ini.

Hal itu disampaikan Zulhas saat dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Negara pada Senin (2/3/2026). Zulhas menjelaskan dalam pertemuan tersebut dibahas terkait kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

"Stok pangan dimonitor secara ketat. Saya diperintah [Presiden Prabowo] untuk keliling ya memastikan pangan, MBG [Makan Bergizi Gratis], Kopdes [Kopdes], kemudian pengolahan sampah berlangsung dengan baik. Tentu juga sembako, puasa dan lebaran ini harus tersedia, terjangkau dan harga tidak boleh naik," kata Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (2/3/2026).

Menurutnya, dengan pengawalan lintas sektor, pemerintah memastikan bahwa distribusi pangan berjalan lancar, harga tetap stabil, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan stok pangan pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini lebih dari cukup. 

"Ada sembilan bahan pokok kita, itu adalah swasembada dan ekspor, minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya. Kemudian yang impor juga cukup. Jadi ada 11-12 bahan pokok cukup sampai lebih dari cukup, sampai Idul Fitri," ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan pada bulan lalu (11/2/2026).

Baca Juga

  • Indramayu Perkuat Peran di Rebana, Andalkan Pangan hingga Energi
  • Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran
  • Harga Pangan Hari Ini (28/2): Daging & Telur Kompak Naik

Amran juga menjelaskan bahwa pemerintah berupaya mengawasi agar harga pangan tidak melonjak seiring tingginya permintaan saat momen Ramadan dan Lebaran. Sejumlah komoditas yang menjadi fokus antara lain beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur.

Kemudian, harga cabai dan bawang merah pun tak lepas dari sorotan. Sebelumnya, harga cabai dan bawang pun menjadi perhatian dalam rapat koordinasi terkait inflasi.

"Bawang merah kan kita swasembada, bahkan kita ekspor kalau tidak salah, 2025 ekspor kurang lebih 1.000 ton. Jadi kita sudah swasembada. Ini persoalan rantai pasoknya kita benahi, jadi ada HET [harga eceran tertinggi], ada HPP [harga pokok penjualan]. HETnya kita tekankan, khususnya yang strategis beras," ujarnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tingkatkan Insentif Guru Honorer Seluruh Indonesia
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Menko AHY dorong peningkatan akses bandara Singkawang jadi empat lajur
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Nasionalisme Warga Iran Hambat Skenario Penggulingan Rezim oleh AS-Israel
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Tengah Serangan ke Iran, Harga Bensin di AS Sentuh USD 3 Dolar per Galon
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
PT Everest Kripto Indonesia (Bitbromo) Resmi Keluar dari Keanggotaan Bursa Kripto (CFX), KKI, dan ICC
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.