Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan zero atau nol pengungsi pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumut pada Hari Raya Idul Fitri 2026.
"Kita terus mempercepat pembangunan sebagai upaya mewujudkan zero pengungsi di Lebaran," tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Hingga kini, lanjut dia, sebanyak 1.427 unit hunian sementara tengah dipercepat pembangunannya yang tersebar di berbagai titik di dua kabupaten se-Sumut, yakni Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Sebagian di antaranya hunian sementara (huntara) di tiga kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah telah ditempati oleh pengungsi.
"Saat ini, jumlah masyarakat yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa," kata Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.
Data Pemprov Sumut menyebutkan, lokasi ribuan unit huntara bagi korban bencana hidrometeorologi terjadi akhir November 2025 di tiga kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Meliputi Tapanuli Selatan dengan lima titik di lima kecamatan, yakni Angkola Barat 123 unit, Angkola Sangkunur 11 unit, Batang Toru 245 unit, Angkola Selatan 186 unit telah dihuni, dan Siporok 118 unit telah dihuni.
Kemudian, Tapanuli Utara dengan satu titik di satu kecamatan yakni Adiankoting 40 unit telah dihuni, dan Tapanuli Tengah 13 titik di enam kecamatan yakni Pandan di Rusunawa Pandan 77 unit dan lahan eks Lapangan Golf Mangga Dua 500 unit.
Lalu, Sibabangun di Puskemas Pembantu Muara Sibuntuon 4 unit dan Balerong Muara Sibuntuon 8 unit, Tapian Nauli 75 unit, dan Badiri 250 unit.
Terakhir, Sitahuis di Balerong Rampah Sitahuis 16 unit dan Balerong Nauli Sitahuis 8 unit, serta Tukka di Sipange rencana 80 unit dan Tanah Merah Hutanabolon 30 unit.
"Untuk Kecamatan Pinangsori di kawasan Asrama Haji Pinangsori 46 dari 52 unit ditempati, Tukka di Balerong Pasar Tukka 12 unit ditempati, dan Pandan di Lahan Rusunawa Pandan 84 unit dari 90 unit sudah ditempati," tutur Basarin.
Pihaknya kembali memastikan, bahwa sejumlah titik pembangunan ribuan unit huntara lainnya, khusus di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan masih dalam tahap penyelesaian akhir.
"Dengan demikian, semua pengungsi tertampung di huntara. Mudah-mudahan mereka bisa merayakan Lebaran tahun ini dengan tinggal di huntara," ungkap Basarin.
Baca juga: TNI selesaikan jembatan perintis di Batu Bara penghubung antardesa
Baca juga: BNPB tegaskan bantuan korban bencana terus berjalan secara bertahap
Baca juga: Mendagri: Dukungan Kementan penting untuk pemulihan sawah di Aceh
"Kita terus mempercepat pembangunan sebagai upaya mewujudkan zero pengungsi di Lebaran," tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Hingga kini, lanjut dia, sebanyak 1.427 unit hunian sementara tengah dipercepat pembangunannya yang tersebar di berbagai titik di dua kabupaten se-Sumut, yakni Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Sebagian di antaranya hunian sementara (huntara) di tiga kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah telah ditempati oleh pengungsi.
"Saat ini, jumlah masyarakat yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa," kata Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.
Data Pemprov Sumut menyebutkan, lokasi ribuan unit huntara bagi korban bencana hidrometeorologi terjadi akhir November 2025 di tiga kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Meliputi Tapanuli Selatan dengan lima titik di lima kecamatan, yakni Angkola Barat 123 unit, Angkola Sangkunur 11 unit, Batang Toru 245 unit, Angkola Selatan 186 unit telah dihuni, dan Siporok 118 unit telah dihuni.
Kemudian, Tapanuli Utara dengan satu titik di satu kecamatan yakni Adiankoting 40 unit telah dihuni, dan Tapanuli Tengah 13 titik di enam kecamatan yakni Pandan di Rusunawa Pandan 77 unit dan lahan eks Lapangan Golf Mangga Dua 500 unit.
Lalu, Sibabangun di Puskemas Pembantu Muara Sibuntuon 4 unit dan Balerong Muara Sibuntuon 8 unit, Tapian Nauli 75 unit, dan Badiri 250 unit.
Terakhir, Sitahuis di Balerong Rampah Sitahuis 16 unit dan Balerong Nauli Sitahuis 8 unit, serta Tukka di Sipange rencana 80 unit dan Tanah Merah Hutanabolon 30 unit.
"Untuk Kecamatan Pinangsori di kawasan Asrama Haji Pinangsori 46 dari 52 unit ditempati, Tukka di Balerong Pasar Tukka 12 unit ditempati, dan Pandan di Lahan Rusunawa Pandan 84 unit dari 90 unit sudah ditempati," tutur Basarin.
Pihaknya kembali memastikan, bahwa sejumlah titik pembangunan ribuan unit huntara lainnya, khusus di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan masih dalam tahap penyelesaian akhir.
"Dengan demikian, semua pengungsi tertampung di huntara. Mudah-mudahan mereka bisa merayakan Lebaran tahun ini dengan tinggal di huntara," ungkap Basarin.
Baca juga: TNI selesaikan jembatan perintis di Batu Bara penghubung antardesa
Baca juga: BNPB tegaskan bantuan korban bencana terus berjalan secara bertahap
Baca juga: Mendagri: Dukungan Kementan penting untuk pemulihan sawah di Aceh





