Iran Tanggapi Tawaran Presiden Prabowo Subianto sebagai Penengah dalam Konflik antara AS dan Iran

narasi.tv
5 jam lalu
Cover Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif mediasi yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait situasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah konferensi pers, ia menyatakan bahwa pemerintah Iran menghargai niat baik pemerintah Indonesia meskipun hingga saat ini masih belum terdapat langkah konkret terkait hal tersebut. Ia menegaskan pentingnya komunikasi antar negara tetapi menyatakan belum ada kontak yang menjanjikan dari pihak Indonesia mengenai mediasi ini.

Boroujerdi menggarisbawahi ketidakpastian mengenai keluarnya hasil dari mediasi yang diusulkan.

“Sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal itu dan kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” ungkap Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia mengakui bahwa komunikasi dan interaksi antara kedua negara mungkin bisa dilakukan, namun dia tidak dapat memberikan kepastian tentang kemungkinan keberhasilan mediasi tersebut.

“Apabila Iran dan Indonesia ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui update dan situasi terkini di Iran, maka hal tersebut mungkin dapat dilakukan. Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” terangnya.

Konteks Serangan AS dan Israel ke Iran

Serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari telah menciptakan ketegangan yang signifikan di kawasan Timur Tengah. Rincian serangan menunjukkan bahwa beberapa fasilitas penting Iran, termasuk kantor kepresidenan dan posisi militer, menjadi target. Akibat serangan ini, situasi keamanan di region tersebut semakin memburuk, dengan informasi awal menyebutkan lebih dari 500 warga sipil yang tewas.

Reaksi Iran terhadap agresi ini sangat tajam. Dalam waktu singkat, pemerintah Iran mengonfirmasi telah meluncurkan serangan balasan terhadap berbagai sasaran di Israel dan markas AS di berbagai lokasi di Timur Tengah. Kematian sejumlah pejabat tinggi Iran dan banyaknya korban jiwa telah memicu kemarahan yang besar di kalangan masyarakat Iran, serta mendesak pemerintah untuk mengambil langkah yang tegas dalam menanggapi serangan tersebut.

Baca Juga:Siapa Ayatollah Alireza Arafi Pemimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang Ditunjuk Iran?

Posisi Pemerintah Indonesia dalam Konflik

Pemerintah Indonesia menegaskan kesediaannya untuk berperan sebagai fasilitator dalam dialog antara Iran dan AS. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan bahwa Presiden Prabowo bersedia terbang ke Teheran jika kedua belah pihak menyetujui langkah tersebut.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” isi pernyataan Kemlu melalui akun X pada Sabtu (28/2/2026).

Kemlu RI menyatakan jika ketegangan di Timur Tengah memiliki potensi yang mampu mengganggu stabilitas kawasan perdamaian dan keamanan dunia.

"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai," imbuhnya.

Sikap Iran Terhadap Negosiasi dengan AS

Iran sendiri menegaskan bahwa tak akan ada lagi meja perundingan usai serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akhir pekan lalu.

Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, menegaskan bahwa Iran tak akan melanjutkan negosiasi denga AS.

"Kami tidak akan negosiasi dengan Amerika Serikat," ungkap Larijani dalam unggahan akun X, Senin (2/3/2026).

Larijani juga menegaskan bahwa Iran mengecam sikap Presiden Trump yang dianggap telah menciptakan kekacauan di Timur Tengah dan sekarang bertingkah seolah mengkhawatirkan nasib tentara AS di Timur Tengah.

"Dengan tindakan delusionalnya, dia telah mengubah slogan 'American First' buatan jadi 'Israel First' dan mengobarkan tentara-tentara Amerika hanya demi upaya Israel meraih kekuasaan," ungkapnya.

Baca Juga:Pasca Penutupan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional Cukup untuk 20 Hari

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persis Solo Menjaga Asa Bertahan Usai Menundukkan Persik Kediri 2-1 di Stadion Manahan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Lippo Karawaci (LPKR) Bukukan Laba Bersih Rp630 Miliar di 2025
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Beasiswa Manaaki New Zealand 2026 Buka Pendaftaran, Ini Syaratnya
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Anwar Satibi Tepis Tuduhan KDRT dan Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Ibu Tiri Nizam
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Jakarta Hari Ini 2 Maret 2026
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.