BEKASI, KOMPAS.com – Samuel Pasaribu, tetangga pasangan suami istri berinisial EU (65) dan PW (60) yang diduga menjadi korban perampokan di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, mengungkapkan, anak perempuan kedua korban berinisial DNA sempat berlari ke masjid untuk meminta pertolongan warga, Senin (2/3/2026) dini hari.
"Anaknya ke masjid manggil warga. Terus ramai di sini baru saya keluar. Setelah itu saya langsung melihat ke dalam," ujar Samuel saat ditemui awak media di lokasi, Senin (2/3/2026).
Samuel mengaku tidak mendengar suara gaduh ataupun aktivitas mencurigakan saat kejadian perampokan.
Baca juga: Anjing Pelacak K-9 Buru Jejak Pelaku Dugaan Perampokan Sadis Pasutri di Bekasi
Bahkan, menurut dia, DNA yang berada di dalam rumah juga tidak mendengar keributan sebelum terbangun untuk sahur hingga akhirnya menemukan kedua orangtuanya dalam kondisi terkapar.
"Saya enggak dengar apa-apa. Enggak ada suara gaduh. Anaknya juga enggak dengar, dan turun karena mau sahur," kata dia.
Samuel mengatakan, dirinya sempat masuk ke dalam rumah korban dan melihat EU dan PW masih dalam kondisi hidup.
Namun, EU akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Sempat diberikan tindakan di rumah sakit, tapi sayangnya tidak tertolong," ujar Samuel.
Sementara itu, PW sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif usai menjalani operasi.
"Kalau istrinya sampai sekarang hidup, tadi sempat dioperasi. Korban dibawa ke rumah sakit sama warga, keluarga, dan anak-anaknya," kata Samuel.
Saat berada di dalam rumah korban, Samuel juga melihat adanya luka pada tubuh korban.
Baca juga: Pramono Ingin Pamer Budaya Betawi ke Dunia Saat Kunjungan Presiden Kazakhstan Juni
"Korban di mulutnya keluar darah, terus dari belakang kepalanya juga keluar darah. Itu aja sih yang kelihatan," ujarnya.
Samuel menuturkan, selama ini kompleks tempat tinggalnya dikenal aman karena menerapkan sistem satu pintu (one gate system).