Waka MPR: Ekonomi Syariah Harus Mampu Berdayakan Masyarakat dari Bawah

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Madiun, VIVA – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menilai penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dari tingkat akar rumput. 

Hal tersebut ditegaskan Ibas saat menghadiri audiensi bertema Ekonomi Syariah Inklusif, Berkeadilan, Indonesia Maju Sejahtera, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Baca Juga :
Anggota DPR Minta Pembangunan PIK 2 Perhatikan Nasib Masyarakat Sekitar
Mendag Budi Susun Strategi Redam Dampak Konflik Iran-Israel

Ia mengatakan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai sistem keuangan berbasis prinsip Islam, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang mampu memperkuat masyarakat kecil dan pelaku usaha daerah.

“Ekonomi syariah harus mampu memberdayakan masyarakat dari bawah. Jika UMKM dan ekonomi rakyat kuat, maka keluarga kuat, daerah kuat, dan pada akhirnya bangsa kita juga semakin kuat,” ujar Ibas dalam keterangannya, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama pengembangan ekonomi syariah saat ini masih berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses pembiayaan, serta belum optimalnya integrasi antara dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. 

Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar ekonomi syariah benar-benar inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga menyoroti pentingnya kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema pembiayaan syariah maupun Kredit Usaha Rakyat. 

Ia menegaskan bahwa negara terus mendorong kebijakan pembiayaan dengan bunga rendah serta prosedur yang lebih sederhana agar pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Permodalan harus mudah diakses, tidak dipersulit, namun tetap produktif dan bertanggung jawab. Pembiayaan yang tepat akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Menanggapi berbagai aspirasi, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pembentukan komunitas pendamping bagi masyarakat yang ingin mengakses pembiayaan perbankan.

Ia juga mendorong kampus dan lembaga pendidikan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga generasi yang siap menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan berbasis nilai syariah.

“Kampus, dosen, dan pelaku usaha harus menjadi motor edukasi ekonomi syariah. Anak muda jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :
Mengabdi untuk Keselamatan Negeri Jadi Komitmen Damkarmat di Usia 107 Tahun
Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo Dinilai Harus Fokus Urus 8 Program Unggulan
MBG di Cilacap Putar Ekonomi Warga, Dari Petani Hingga Peternak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Menko PMK Antisipasi 143,9 Juta Pemudik Saat Idulfitri 1447 H
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Khawatir Perang Israel-AS Vs Iran Picu Kenaikan Harga Barang dan Jasa
• 18 jam laludisway.id
thumb
KemenPPPA Kawal Dugaan Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Atlet Panjat Tebing
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Timur Tengah Memanas Pasca AS-Israel Serang Iran, Kemenhaj: 6.047 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Indonesia
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Polling kumparan: 38,29% Pembaca Pengin Nonton Konser MCR Bareng Pasangan
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.