Penulis: Anto
TVRINews, Banjarbaru
Menjelang pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan beras dan bahan pokok dalam kondisi aman hingga Idul Fitri. Meski harga sejumlah komoditas naik, stok dinilai mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, stok beras saat ini mencapai 12.175 ton. Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah tersedia 229 ton, bawang putih 193 ton, cabai besar 221 ton, dan cabai rawit 209 ton. Stok daging sapi tercatat 204 ton, daging ayam 305 ton, serta telur ayam 579 ton.
Pada 10 hari awal Ramadan, harga beras lokal terpantau naik di sejumlah pasar tradisional dan pedagang eceran. Kenaikan harga beras berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. Sementara bawang dan cabai naik antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan selama Ramadan serta distribusi dari luar daerah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Maulidinsyah, memastikan kondisi pasokan tetap terkendali.
“Kalau berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta laporan dari kabupaten/kota, kondisi stok pangan relatif aman. Memang ada sebagian pengakuan biasa kalau Ramadan naik. Tapi kalau stok aman, kaya bawang merah, bawang putih dan cabai pun aman. Memang supply berkurang, tetapi beberapa hari ini mengalami peningkatan,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan harga di pasar sejak sebelum Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Untuk menekan inflasi serta membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, DPKP akan menggelar pasar murah pada 12 Maret mendatang.
Muhammad Maulidinsyah mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ketersediaan bahan pangan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Editor: Redaksi TVRINews





