Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Nirmala Dewi, menyebut organisasi itu sangat terbuka menerima setiap pengaduan masyarakat apabila terjadi kejanggalan dalam kegiatan di daerah maupun pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan, menyusul adanya laporan pencatutan nama Ketua Umum DPP Perbasi Budisatrio Djiwandono dalam kegiatan yang meminta sejumlah uang dengan dalih seleksi pemain, uji coba, maupun program pembinaan tertentu.
"Kami mengajak peran serta masyarakat dalam pengembangan bola basket Indonesia dan dalam pelaksanaannya, DPP Perbasi membuka komunikasi dengan siapapun yang ingin mengonfirmasi mengenai hal-hal mencurigakan dalam pengembangan bola basket," kata Nirmala di Jakarta, Senin malam.
Dia menjelaskan, keterbukaan itu merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola dan pengembangan olahraga secara berkelanjutan di seluruh daerah dalam berbagai level.
Selain itu, keterbukaan komunikasi dengan pemangku kepentingan, termasuk atlet, pelatih, pengurus daerah, orang tua, dan pemerhati olahraga sangat penting guna memastikan setiap program pembinaan, kompetisi, serta administrasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku.
Sebab, keterlibatan publik menjadi fondasi pengembangan bola basket nasional ke depan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, mekanisme pengaduan dapat disampaikan melalui saluran resmi organisasi dan akan ditindaklanjuti secara profesional.
Setiap laporan, menurutnya, diverifikasi untuk menjaga keadilan, melindungi pembinaan atlet muda, serta mencegah praktik yang berpotensi merugikan ekosistem basket nasional secara menyeluruh, objektif, transparan, konsisten, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Selain itu, dia menekankan bahwa keterbukaan merupakan bagian dari reformasi internal organisasi.
Nirmala menyatakan, DPP Perbasi berharap partisipasi masyarakat dapat memperkuat kepercayaan dan kualitas organisasi, sekaligus mendorong prestasi.
Baca juga: Perbasi imbau masyarakat waspada penipuan berkedok program bola basket
Pernyataan tersebut disampaikan, menyusul adanya laporan pencatutan nama Ketua Umum DPP Perbasi Budisatrio Djiwandono dalam kegiatan yang meminta sejumlah uang dengan dalih seleksi pemain, uji coba, maupun program pembinaan tertentu.
"Kami mengajak peran serta masyarakat dalam pengembangan bola basket Indonesia dan dalam pelaksanaannya, DPP Perbasi membuka komunikasi dengan siapapun yang ingin mengonfirmasi mengenai hal-hal mencurigakan dalam pengembangan bola basket," kata Nirmala di Jakarta, Senin malam.
Dia menjelaskan, keterbukaan itu merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola dan pengembangan olahraga secara berkelanjutan di seluruh daerah dalam berbagai level.
Selain itu, keterbukaan komunikasi dengan pemangku kepentingan, termasuk atlet, pelatih, pengurus daerah, orang tua, dan pemerhati olahraga sangat penting guna memastikan setiap program pembinaan, kompetisi, serta administrasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku.
Sebab, keterlibatan publik menjadi fondasi pengembangan bola basket nasional ke depan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, mekanisme pengaduan dapat disampaikan melalui saluran resmi organisasi dan akan ditindaklanjuti secara profesional.
Setiap laporan, menurutnya, diverifikasi untuk menjaga keadilan, melindungi pembinaan atlet muda, serta mencegah praktik yang berpotensi merugikan ekosistem basket nasional secara menyeluruh, objektif, transparan, konsisten, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Selain itu, dia menekankan bahwa keterbukaan merupakan bagian dari reformasi internal organisasi.
Nirmala menyatakan, DPP Perbasi berharap partisipasi masyarakat dapat memperkuat kepercayaan dan kualitas organisasi, sekaligus mendorong prestasi.
Baca juga: Perbasi imbau masyarakat waspada penipuan berkedok program bola basket




