Langkah Panjang Purwanto, Pensiunan TNI AD: Dari Depok ke Menteng Berharap Dapat Kerja

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di bawah naungan atap Halte Perpustakaan Umum Daerah, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, seorang pria tua duduk menatap kendaraan yang berlalu lalang, Senin (2/3/2026).

Namanya Purwanto (62), seorang kepala keluarga yang tengah kesulitan mencari kerja setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada November 2025.

Sebelumnya, sejak pensiun sebagai prajurit TNI AD pada 2023, Purwanto bekerja di sebuah perusahaan di bidang pertanian. 

Siang itu Purwanto sedang beristirahat setelah berjalan kaki dari Menteng, Jakarta Pusat. Dia baru kembali dari peruntungan mencari kerja untuk yang kesekian kalinya.

Baca juga: Kisah Try Sutrisno, Wapres Satu Periode

Purwanto mengaku bersedia bekerja apa saja, asalkan tidak terlalu banyak menghabiskan energi, mengingat tubuh dan energinya tak lagi bugar.

“Udah mau Lebaran gini, saya belum kerja, saya cari kerja tuh di proyek-proyek kan di jalanan itu. Ada pekerjaan itu gali-gali. Waduh saya kalau gali jangan, enggak kuat lagi. Tukang-tukang aduk semen, plester, saya masih bisa. Tapi belum ada juga,” tutur Purwanto saat ditemui Kompas.com, Senin.

Purwanto bertekad mendapat pekerjaan baru sebelum Lebaran 2026 agar keluarganya bisa hidup lebih layak lagi.

Selama ini, ia hanya mengandalkan uang pensiunan yang tidak bisa menutupi kebutuhan keluarga.

“Ada tunjangan ya semata-mata (uang) pensiunan aja. Sekarang bayangin kita waktu terima gaji misalnya Rp 5 juta, cuman pensiunan paling Rp 500.000 per bulan,” ungkap Purwanto.

Hari ini saja, ia harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki karena saldo kartu uang elektronik (KUE)-nya habis saat akan bertolak kembali ke rumahnya di Cilodong, Depok.

Purwanto tak mau meminta ke orang lain untuk memberinya ongkos pulang begitu saja tanpa usaha.

Ia hanya bisa menunggu uluran tangan orang baik atau berjalan kaki sampai ke rumahnya yang berjarak berpuluh kilometer di tengah ibadah puasa.

“Habis (saldonya). Begitu saya ini lagi (tap), enggak bisa masuk saya. Tinggal Rp 2.000 berapa gitu. Udah, jalan lah saya karena enggak ada ongkosnya, entah kapan sampai rumahnya,” ujar Purwanto tertawa pasrah.

Dia pernah pergi sampai ke Tangerang, Banten, ketika mendapat informasi dari temannya terkait lowongan pekerjaan di sana.

Baca juga: Kisah Kuli Panggul Kayu di Tenda Pengungsian saat Ramadan: Tak Sebahagia Tahun Lalu

Maka Purwanto pun bertolak ke Tangerang dari Depok. Setelah menjalani proses seleksi dan menunggu beberapa waktu, ia tak kunjung menerima info lanjutan. Purwanto pun terpaksa pulang dengan tangan kosong.

Sering kali Purwanto berpikir tak berani pulang saat lagi-lagi gagal memenuhi syarat pekerjaan yang ia lamar. Ia malu dengan keluarganya dan tak tega pada istrinya.

Namun Purwanto masih tak menyerah. Dia rela berjalan jauh demi pekerjaan yang dapat menghasilkan uang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Yang penting usaha dulu, walaupun kadang-kadang saya nangis batin,” kata dia.

Setelah beristirahat, Purwanto kembali melanjutkan perjalanannya ke rumah dengan berjalan kaki, menanti bantuan dari siapa pun yang ia temui di jalanan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inflasi Medis 17,8 Persen, Prudential Syariah Dukung Aturan Peninjauan Premi
• 34 menit lalurepublika.co.id
thumb
Kemensos Targetkan Bansos untuk Korban Bencana Sumatera Cair Sebelum Lebaran
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Transportasi Umum Jakarta Makin Baik, tapi Siapa yang Tertinggal?
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Kecelakaan Maut Pikap Adu Banteng dengan Tronton di Situbondo, 1 Tewas Terjepit
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Link Live Streaming Pengamatan Gerhana Bulan Total Mulai Sore Ini
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.