Kaesang Minta Ketum MUI dan Kiai Doakan Perang Iran Vs Israel-AS Cepat Selesai

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep meminta Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli untuk mendoakan perang Iran vs Israel-AS tidak berlangsung panjang.

Adapun permintaan tersebut Kaesang sampaikan saat sedang Safari Ramadhan PSI di wilayah Kediri, Jawa Timur, Minggu (1/3/2026) malam.

"Pasti kita sayangkan, beliau (para kiai) juga menyayangkan, karena setiap perang pasti tidak ada keuntungan. Setiap perang, yang menyerang maupun diserang pasti yang ada adalah kerugian. Dan di sana pasti ada korban," ujar Ketua Harian PSI Ahmad Ali saat ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Tak Bawa Sepeda seperti Jokowi, Kaesang Pilih Bagi-bagi Emas ke Santri

Sehingga tadi Mas Ketum juga minta untuk didoakan, semoga perang yang sedang berjalan tidak berlangsung panjang dan berdampak terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambah dia.

Ali memaparkan, perang yang terjadi secara fisik mungkin hanya berdampak di sejumlah negara Teluk.

Namun, berhubung Selat Hormuz kini ditutup Iran, maka dampak perang bisa merembet ke perekonomian dunia.

"Kita tahu Hormuz itu jalur pelayaran untuk mensuplai 20 persen minyak dunia. Bisa bayangkan akan terjadi hal seperti apa yang berdampak pada negara kita seperti Indonesia, yang masih sangat tergantung dengan impor bahan bakar. Semoga ini tidak terjadi panjang," jelasnya.

Baca juga: Batal Umrah Imbas Iran vs Israel, Ketua PSI Lanjut Safari Bareng Kaesang

"Dan itu tadi setelah kita dengar kemarin Mas Kaesang selalu menitipkan doa kepada para kiai untuk kita saling mendoakan, supaya ini (perang) tidak berdampak panjang," sambung Ali.

Diketahui, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, konflik di Timur Tengah terus meluas pada hari ketiga, Senin (2/3/2026).

Iran kini meningkatkan serangan balasan dengan menargetkan aset-aset Amerika Serikat di kawasan Teluk, di tengah eskalasi militer yang kian intens.

Serangan awal dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), saat negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran masih berlangsung.

Iran langsung membalas di hari yang sama dengan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah, termasuk Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk.

Baca juga: Kata Ketua PSI Usai Kaesang Didoakan Jadi Presiden Oleh Kiai dan Santri

Selain itu, Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Langkah tersebut memicu gangguan besar pada jalur energi global.

Menurut laporan Independent, sejumlah perusahaan minyak raksasa dan lembaga perdagangan menghentikan sementara pengiriman minyak mentah, bahan bakar, serta gas alam cair.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Citra satelit menunjukkan antrean kapal yang menumpuk di sekitar pelabuhan akibat ketidakpastian situasi keamanan.

Garda Revolusi Iran menginstruksikan kapal-kapal untuk tidak melintasi selat itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Tanker Berbendera AS Dihantam Proyektil Iran, Selat Hormuz Lumpuh Total
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Kondisi Terkini Stok BBM RI
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Masuk FCA dan Anjlok 77,21%, Harga Saham HILL Berpotensi Longsor ke Rp 1
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kenapa Orang Pintar Blunder? Ini Penjelasan Neuroscience-nya
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa Magnitudo 6,4 di Sinabang Aceh Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
• 46 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.