REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Empat nelayan yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Almujib dilaporkan hilang di sekitar perairan Pulau Rakit / Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu. Tim SAR Gabungan pun melakukan upaya pencarian terhadap mereka. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan pihaknya melanjutkan pencarian empat ABK tersebut.
“Hari ini tim melanjutkan pencarian dengan mengerahkan KN SAR Setyaki 202 yang bertolak dari Dermaga Pelabuhan Cirebon, kapal VIII 2472 Polair Polres Indramayu dari Pelabuhan Karangsong dan RBB KPLP Indramayu,” ujar Ade Dian Permana, Senin (2/3/2026).
Baca Juga
Perahu Nelayan Tertabrak Kapal Tongkang di Perairan Indramayu, Dua Tewas, Empat hilang
Forum Pondok Pesantren di Indramayu Serukan Qunut Nazilah dan Dukungan untuk Iran
Pesona Masjid Kuno Bondan di Indramayu yang Konon Dibangun dalam Satu Malam
KM Almujib yang berbobot enam gross ton (GT) sebelumnya dilaporkan tenggelam setelah tertabrak kapal tongkang di perairan Pulau Rakit/Pulau Biawak Kabupaten Indramayu, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain empat nelayan yang dilaporkan hilang, dua nelayan telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dua lainnya selamat. Ade mengatakan, Tim SAR Gabungan telah bertolak menuju lokasi kejadian. Menurutnya, tim akan melaksanakan pencarian dengan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, sesuai dengan prediksi SAR Map berdasarkan peta prediksi sebaran korban. .rec-desc {padding: 7px !important;} Peristiwa itu bermula saat KM Al Mujib bertolak dari Pelabuhan Karangsong Indramayu menuju perairan Pulau Rakit / Pualu Biawak pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal yang membawa delapan awak itu dinahkodai oleh Jupri Priyanto.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republikajabar (@republikajabar)