- PBB khawatirkan peningkatan ketegangan militer di perbatasan Lebanon dan Israel.
- Pasukan UNIFIL tetap bersiaga di Lebanon meski situasi keamanan kian mencekam.
- Hizbullah serang Israel sebagai bentuk solidaritas atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran.
Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran mendalam atas meningkatnya aktivitas militer di Lebanon di tengah pecahnya perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Eskalasi ini dipicu oleh pernyataan solidaritas penuh kelompok Hizbullah terhadap Iran pascaserangan AS-Israel ke Teheran.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan bahwa ketegangan di Lebanon kini mencapai level yang mengkhawatirkan, terutama di wilayah perbatasan yang dijaga oleh pasukan penjaga perdamaian.
"Di Lebanon, tempat kami memiliki perwakilan politik dan pasukan perdamaian, ketegangan meningkat secara signifikan. Kami sangat prihatin atas insiden baku tembak di sepanjang Garis Biru (Blue Line). Situasi berkembang sangat cepat, dan kami terus memantau setiap perkembangan dengan saksama," ujar Dujarric kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Hizbullah dilaporkan telah meluncurkan serangkaian serangan ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan kepada Iran. Serangan tersebut segera direspons oleh Israel dengan menargetkan berbagai infrastruktur militer milik Hizbullah di wilayah Lebanon.
Dujarric menegaskan bahwa PBB memantau aksi saling serang tersebut, termasuk klaim penembakan oleh Hizbullah serta serangan balasan Israel. Meskipun situasi di lapangan sangat berisiko, PBB memastikan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tetap bersiaga di posisinya.
"Pasukan UNIFIL kami tetap bertahan di lokasi tugas masing-masing, meskipun harus menghadapi situasi yang penuh tantangan," tegasnya.
Konflik regional ini memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target strategis di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Agresi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah, jatuhnya korban sipil, serta tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi militer.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel serta menyasar berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. (Antara/Sputnik/RIA Novosti)




