Ledakan Guncang Kawasan Diplomatik Riyadh, Markas Penyiaran Iran Luluh Lantak

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

SITUASI keamanan di Timur Tengah kian mencekam setelah rentetan ledakan besar mengguncang kawasan diplomatik di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa pagi waktu setempat. Kawasan tersebut merupakan pusat kedutaan besar asing serta rumah dinas bagi para diplomat mancanegara.

Empat saksi mata melaporkan kepada AFP bahwa kepulan asap terlihat membubung tinggi dari area tersebut. "Saya mendengar dua ledakan yang diikuti oleh asap yang membubung di atas kawasan itu," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas situasi.

Ledakan ini terjadi di tengah gencarnya kampanye serangan Iran yang menyasar negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, dengan gelombang rudal dan drone. Serangan tersebut merupakan aksi balasan Iran atas gempuran udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah mereka.

Baca juga : Eks Presiden Iran Ahmadinejad Disebut Tewas dalam Serangan AS-Israel

Qatar Cegat Rudal Balistik

Ketegangan juga merembet ke Qatar. Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa militer mereka berhasil mencegat dua rudal balistik pada Selasa pagi setelah ledakan keras terdengar di seluruh penjuru Doha.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebutkan Qatar mampu "mencegat dan menetralkan dua rudal balistik yang menargetkan beberapa wilayah di dalam negeri." Pihak berwenang menambahkan ancaman tersebut segera ditangani begitu terdeteksi oleh sistem pertahanan.

Gempuran ke Jantung Komunikasi Teheran

Sementara itu di Teheran, lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan adanya dua ledakan di dekat kantor pusat mereka. Meski demikian, pihak IRIB menyatakan operasional siaran tetap berjalan normal.

Baca juga : Ayatullah Khamenei Gugur, Tiongkok Kutuk Serangan Militer AS-Israel ke Iran

Namun, pihak militer Israel mengklaim telah "menyerang dan membongkar" markas besar IRIB di distrik Evin, Teheran Utara. Israel menggambarkan lokasi tersebut sebagai "pusat komunikasi rezim teroris Iran." Sebelumnya, tentara Israel telah mendesak warga di distrik tersebut untuk segera melakukan evakuasi.

Peringatan Donald Trump

Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras pada Senin malam bahwa operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung lebih lama dari satu bulan. Saat ini, medan perang telah meluas dengan Israel membombardir Lebanon, sementara Teheran membalas dengan mengincar fasilitas minyak di negara-negara Teluk.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di berbagai ibu kota negara Teluk dan Iran masih dalam status siaga tinggi seiring dengan intensitas serangan udara yang terus meningkat dari kedua belah pihak. (AFP/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wisman ke Jabar Lewat Kertajati Terus Turun pada Awal 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Rights Issue, RMKO Siap Terbitkan Maksimal 512 Juta Saham Baru
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Butuh Tarik Uang Receh ? Ini Daftar Lokasi ATM BNI Pecahan Rp20.000
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Polri untuk Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Harga Emas Dunia Naik Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.