Bisnis.com, JAKARTA - Setelah kalah di kandang Osasuna akhir pekan lalu, Real Madrid kembali keok dari tim papan tengah, yakni Getafe, bahkan kali ini di Santiago Bernabeu dengan skor akhir 0–1.
Mirisnya, Getafe nyaris 2 dekade tak pernah menang saat bertandang ke markas Los Blancos, terakhir kali pada Februari 2008. Bahkan, kemenangan terakhir Getafe atas Real Madrid di kandang pun terbilang sudah lama yakni Januari 2022.
Madrid punya beberapa peluang emas di babak pertama dari Vinicius Junior, Arda Guler, dan Federico Valverde. Sayangnya, terlihat sekali ketajaman lini serang Madrid timpang tanpa kehadiran Kylian Mbappe.
Bukan hanya Mbappe saja pemain bintang Los Blancos yang sedang cedera. Jude Bellingham, Dani Ceballos, Raul Asencio, Eder Militao, dan Eduardo Camavinga juga harus absen pada laga ini.
Tim tamu mengambil kesempatan ini dengan gol spektakuler pada menit ke-39. Berawal dari umpan silang yang gagal dihalau Rudiger, bola langsung ke tepi kotak penalti.
Pemain tengah Getafe Mauro Arambarri menyundul bola ke arah Martin Satriano yang kemudian melakukan tendangan voli jarak jauh apik ke sudut atas gawang kawalan Thibaut Courtois.
Baca Juga
- Prediksi Skor Real Madrid vs Getafe: Head to Head, Susunan Pemain
- Hasil Undian Liga Champions UEFA 16 Besar: Arsenal Mujur, Real Madrid Bersua Man City
- Prediksi Skor Real Madrid vs Benfica: Head to Head, Susunan Pemain
Pada awal babak kedua, pemain segar yang masuk dari bench, seperti Dani Carvajal, Dean Huijsen, Rodrygo, dan Franco Mastantuono belum bisa memberikan perbedaan. Begitu juga Brahim Diaz yang masuk pada 10 menit terakhir.
Bahkan, terjadi drama kartu merah pada menit injury time, pertama untuk Mastantuono, sebab wasit mendengar perkataan kasar di belakangnya.
Lantas, penyerang pengganti Getafe Adrian Liso ikut mendapat kartu kuning kedua karena sengaja mengulur waktu dengan menendang bola sembarangan.
Patut diakui, kiper sekaligus kapten Getafe David Soria patut menjadi pemain terbaik di laga ini, seiring performa apiknya menghentikan sepakan-sepakan elite para penyerang Madrid.
Terlebih, Los Blancos tampil dominan, menguasai bola hingga 78%, punya 5 peluang emas yang terlewatkan, serta mencatat total hingga 18 tendangan dengan 7 di antaranya tepat sasaran.
Lewat hasil ini, Real Madrid gagal memperkecil selisih dari Barcelona, dan justru kini berjarak 4 poin dari pemimpin klasemen sementara itu.
Real Madrid pun harus mampu memberikan suatu perubahan, terutama soal ketajaman mencetak gol pada akhir pekan ini, yakni saat melawat ke kandang Celta Vigo.
Apabila masih belum ada perkembangan, bukan tak mungkin Los Blancos kalah dari tim papan tengah lagi.





