Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan pihaknya berhasil mencegat dua rudal balistik yang hendak melintas di wilayahnya di tengah peperangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dua rudal itu dicegat sebelum masuk ke wilayahnya.
"Kementerian menegaskan bahwa ancaman tersebut ditangani segera setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana operasional yang telah disetujui sebelumnya, dan kedua rudal tersebut dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar," demikian bunyi pernyataan dari Kementerian Pertahanan dilansir Aljazeera, Selasa (3/3/2026).
Belum diketahui siapa pemilik rudal itu. Pemerintah Qatar menyatakan bahwa mereka masih memiliki persediaan rudal pencegat Patriot yang memadai, meskipun telah berulang kali menggunakannya selama tiga hari terakhir untuk melawan rudal Iran.
"Persediaan rudal pencegat Patriot yang dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Qatar belum berkurang dan tetap mencukupi. Angkatan Bersenjata Qatar telah berulang kali menunjukkan kemampuan mereka untuk mempertahankan negara dari ancaman eksternal dan tetap dalam kesiapan penuh untuk melindungi semua warga negara, penduduk, dan pengunjung selama diperlukan," kata kantor media internasional Qatar.
Menurut laporan AFP, terdengar suara ledakan keras di seluruh Doha ketika militer Qatar mencegat rudal ini masuk. Rudal ini disebut menargetkan beberapa titik di Qatar.
Diketahui, situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas sejak serangan awal Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari. Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.
Serangan AS dan Israel telah menewaskan sejumlah petinggi Iran, salah satunya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Belakangan, Iran telah menunjuk tokoh menggantikan sementara kursi pemimpin agung Iran tersebut.
Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk RI menyebut serangan AS dan Israel ke Iran telah menewaskan 555 orang. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya anak-anak.
Saksikan Live DetikPagi:
(zap/yld)





