Harga Karet Petani Melejit hingga Rp 14.500 Per Kg di Tengah Pasokan Global Terbatas

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

MEDAN, KOMPAS — Harga karet alam dunia meningkat di tengah terbatasnya pasokan karet global. Produksi karet di negara-negara produsen menurun seiring periode gugur daun dan musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Di tingkat petani, harga melejit hingga Rp 14.500 per kilogram.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah di Medan, Senin (2/3/2026), mengatakan, harga rata-rata karet remah jenis Technical Specified Rubber (TSR 20) pada perdagangan di bursa Singapore Exchange (SGX) sepanjang Februari 2026 mencapai 193,76 sen dolar AS per kilogram.

”Harga karet naik 5,1 persen dibandingkan dengan harga rata-rata pada Januari 2026 yang masih sekitar 184,27 sen AS per kg,” kata Edy.

Tren kenaikan harga karet sudah berlangsung sejak tahun lalu. Pada Juni 2025, harga rata-rata karet masih di level 161,49 sen per dolar AS. Dalam satu semester terakhir, harga karet melejit 20 persen.

Baca JugaPembelian Karet Eropa Meningkat, Peluang Tingkatkan Ekspor dari Indonesia

Memasuki Maret, kata Edy, produksi karet alam diperkirakan masih relatif terbatas. Tanaman karet masih mengalami periode gugur daun sehingga produksi menurun secara alami. Faktor curah hujan di beberapa wilayah produksi juga menghambat kegiatan penyadapan tanaman karet. ”Kondisi ini menjaga keseimbangan pasar dan menopang harga pada level yang relatif baik,” kata Edy.

Dari sisi eksternal, perkembangan kebijakan perdagangan internasional juga memberikan sentimen positif. Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diharapkan dapat mendorong perdagangan global yang lebih terbuka dan mendukung permintaan bahan baku industri, termasuk karet alam.

”Tren kenaikan harga global serta prospek permintaan yang tetap stabil diharapkan dapat memberikan dukungan positif terhadap kinerja ekspor pada bulan-bulan mendatang,” kata Edy.

Meski demikian, Edy menyebut, penurunan produksi menekan kinerja ekspor karet Indonesia. Volume ekspor karet alam Sumut pada Januari 2026 mencapai 18.467 ton, menurun 737 ton atau sekitar 3,8 persen dibandingkan dengan realisasi ekspor pada Desember 2025 yang mencapai 19.204 ton.

Semoga harga ini bisa tetap bertahan agar petani semakin bergairah menyadap tanaman karetnya.

Dari sisi negara tujuan, ekspor karet alam Sumut dikirim ke 24 negara tujuan. Lima besar negara tujuan ekspor ialah Jepang sebesar 37,35 persen, Amerika Serikat 15,07 persen, Brasil 9,93 persen, China 6,77 persen, serta Uni Emirat Arab 3,82 persen. Negara-negara tersebut masih menjadi pasar utama yang menyerap sebagian besar ekspor karet alam Sumut.

”Sementara, ekspor ke sembilan negara di kawasan Eropa mencapai sekitar 9,5 persen dengan tujuan terbesar ke Jerman sebesar 2,73 persen,” kata Edy.

Penurunan volume ekspor pada Januari 2026 antara lain disebabkan melemahnya aktivitas industri hilir karet di beberapa negara konsumen. Industri otomotif global masih bersikap hati-hati di tengah perkembangan ekonomi global yang semakin tertekan. Sebagian konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu perkembangan harga pasar.

Harga di tingkat petani

Sungkunen Tarigan, Ketua Kelompok Tani Mbuah Page di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, mengatakan, harga karet di tingkat petani semakin membaik dalam setahun terakhir. Pada awal 2025, harga karet masih bertengger di kisaran Rp 10.500 per kilogram.

”Saat ini, harga karet di tingkat petani sudah mencapai Rp 14.500. Semoga harga ini bisa tetap bertahan agar petani semakin bergairah menyadap tanaman karetnya,” kata Sungkunen.

Saat harga karet anjlok, kata Sungkunen, banyak petani membiarkan kebun karet terbengkalai atau menggantinya dengan tanaman lain. Saat ini, tanaman-tanaman yang terbengkalai mulai disadap lagi.

Baca JugaHarga Karet Alam Menguat, Volume Ekspor Membaik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Drone Iran Hantam Kedubes AS di Saudi, Trump: Pembalasan Segera Terjadi!
• 9 jam laludetik.com
thumb
Revisi UU Ketenagakerjaan, DPR Janji Libatkan Buruh dan Pengusaha
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Klasemen LaLiga Spanyol Usai Madrid Tersungkur di Bernabeu
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Wamenham 3 Hari Terjebak di Qatar, Ungkap Situasi Terkini Imbas Konflik Iran vs AS-Israel
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.