Putin Siap Turun Tangan Stabilkan Timur Tengah Usai Serangan AS-Israel ke Iran

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Rusia menyatakan kesiapannya untuk berperan dalam menstabilkan kawasan.

Presiden Vladimir Putin disebut menyampaikan sikap tersebut lewat telepon dengan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa. Komunikasi itu membahas dampak langsung serangan militer terhadap stabilitas regional.

Menurut keterangan resmi Rusia yang dikutip dari kantor berita TASS, situasi terkini tidak hanya berdampak pada Iran. Ketegangan dinilai berpotensi mengganggu keamanan banyak negara Arab yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow.

Perkembangan situasi saat ini juga mengancam keamanan banyak negara Arab, yang memiliki hubungan baik dengan Rusia.

Pernyataan tersebut muncul setelah operasi militer yang dilancarkan pada 28 Februari menargetkan sejumlah kota besar Iran. Ibu kota Teheran termasuk di antara wilayah yang dilaporkan menjadi sasaran.

Gedung Putih membenarkan operasi tersebut dengan alasan adanya ancaman rudal dan program nuklir dari Teheran. Washington menyebut langkah itu sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko keamanan yang lebih luas.

Pada saat yang sama, pimpinan Amerika Serikat, Donald Trump secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah mereka. Seruan tersebut memperdalam ketegangan politik dan memperluas spektrum konflik.

Serangan itu berdampak besar pada struktur kepemimpinan Iran. Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama sejumlah pejabat senior lainnya.

Kematian tokoh sentral Republik Islam itu pun mengubah dinamika politik domestik Iran. Kekosongan kepemimpinan terjadi di tengah tekanan militer eksternal.

Korps Garda Revolusi Islam Iran merespons dengan meluncurkan operasi balasan. Sejumlah lokasi di Israel dilaporkan menjadi target serangan.

Ketegangan kemudian meluas ke kawasan Teluk. Pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi turut dilaporkan menjadi sasaran.

Di tengah eskalasi tersebut, Moskow menegaskan kembali sikapnya. Rusia menyatakan siap berkontribusi aktif untuk meredakan ketegangan.

“Dengan mempertimbangkan semua hal tersebut, Vladimir Putin menegaskan kesiapan pihak Rusia untuk menggunakan semua peluang yang tersedia guna secara aktif berkontribusi pada stabilisasi situasi di kawasan,” demikian dilaporkan oleh layanan pers Rusia.

Baca Juga: Strategi Agresif Militer Iran Membalas Kematian Ali Khamenei, Disebut Bakal 'Ngempos' di Akhir

Langkah diplomatik ini menempatkan Rusia sebagai salah satu aktor utama dalam percaturan krisis terbaru di Timur Tengah. Hubungan historis Moskow dengan sejumlah negara Arab menjadi modal dalam upaya mediasi.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini tidak lagi bersifat lokal. Dampaknya menjalar ke keamanan regional, energi global, hingga keseimbangan politik internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara dan Syarat Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Pakai NIK KTP, Penyaluran Capai 90 Persen per Awal Maret
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Barang dan Jasa Berpotensi Naik, Gubernur DKI Harap Perang Iran vs As-Israel Cepat Selesai
• 1 menit lalutvonenews.com
thumb
Bupati Toraja Utara Polisikan ASN yang Sebut Dirinya Dapat Duit Bandar Narkoba
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Dubes Iran Soal Penutupan Selat Hormuz: Ini Salah Satu Upaya AS & Israel!
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.