BEKASI, KOMPAS.TV - Pasangan suami istri (Pasutri) diduga menjadi korban perampokan disertai kekerasan hingga tewas di rumahnya yang berada di Bekasi, Jawa Barat.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengungkapkan, dalam peristiwa tersebut, suami ditemukan meninggal dunia, sementara istri dalam kondisi kritis.
Andri menjelaskan peristiwa tersebut diketahui berawal saat anak korban menemukan ayah dan ibunya tersebut dalam kondisi tergeletak mengenaskan menjelang sahur.
Baca Juga: Kronologi Anak Dewan PKS Cilegon Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Polisi Tepis soal Perampokan
"Bermula kejadian ini pada saat anak korban, pada biasanya setiap mau sahur jam 03.00 (WIB) pagi itu, ibu korban selalu membangunkan anaknya untuk persiapan sahur, pada saat kejadian korban tidak dibangunkan," kata Andi dalam dialog Kompas Malam, KompasTV, Senin (2/3/2026).
"Sehingga alarm anak korban bunyi pukul 04.15, anak korban kaget karena sudah mendekati waktu imsak tapi ibu korban belum memanggil."
Anak korban kemudian turun ke bawah dan mengetuk-ngetuk pintu kamar orang tuanya, namun tidak ada jawaban.
"Yang bersangkutan turun ke bawah kemudian mengetuk pintu, saat turun ke lantai bawah dalam kondisi gelap. Anak korban berusaha mengetuk tapi tidak ada jawaban," ujarnya.
Tak lama, anak korban mendengar suara rintihan dari dalam kamar. Hal itu membuat sang anak panik dan mencoba keluar pagar untuk meminta pertolongan.
"Anak korban panik dan berusaha keluar pagar meminta pertolongan namun di luar tidak ada siapa pun," ucapnya.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pasutri jadi korban perampokan
- perampokan
- bekasi
- suami tewas
- istri kritis
- kronologi perampokan





