JEMBER (Realita) - Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Senin (2/3/2026) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 132 kepala keluarga atau 453 jiwa terdampak akibat luapan sejumlah sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak siang hingga malam hari.
Baca juga: Layanan Desa Patemon Lumpuh, DPMD Jember Desak Pj Kades Segera Terbitkan Perkades APBDes
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 23.50 WIB, dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mulai pukul 13.30 WIB hingga 20.30 WIB.
“Hujan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Jember menyebabkan peningkatan debit air Sungai Dinoyo, Kaliputih, Badean, dan Kalijompo. Sekitar pukul 18.30 WIB air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 40 sampai 70 sentimeter,” ujar Edi Selasa (03/03/2026).
Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Panti, Rambipuji, dan Kaliwates. Di Kecamatan Panti, tepatnya di Desa Suci, terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan perkebunan.
Sementara dampak paling luas terjadi di Kecamatan Rambipuji yang meliputi Desa Rambigundam, Desa Rambipuji, dan Desa Gugut. Di Desa Gugut saja tercatat 45 kepala keluarga atau 170 jiwa terdampak banjir.
Sementara di Kecamatan Kaliwates, banjir merendam Kelurahan Jember Kidul dan Kelurahan Kepatihan. Di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, sebanyak 30 kepala keluarga atau 90 jiwa terdampak. Sedangkan di Kelurahan Kepatihan, dua rumah mengalami kerusakan pada bagian belakang akibat tergerus arus banjir.
BPBD mencatat dari total 453 jiwa terdampak, terdapat 20 balita atau bayi, 22 lansia, dan satu ibu hamil yang masuk kategori kelompok rentan.
Baca juga: Bupati Muhammad Fawait Siap Benahi Pelaksanaan MBG di Jember, Tegaskan Bukan Kesalahan Pemerintah Pusat
Selain pemukiman warga, satu Musholla Sabilillah Muttaqien dan satu PAUD Pendidikan Satrian turut terendam banjir. Tiga rumah mengalami kerusakan ringan, salah satunya akibat tembok dapur roboh.
“Total sempat ada 111 jiwa yang mengungsi di tiga titik pengungsian di Desa Rambipuji. Namun hingga pukul 22.00 WIB seluruh pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelas Edi.
BPBD Jember bersama unsur Muspika, TNI-Polri, Dinas Sosial, PMI, perangkat desa, relawan, serta Destana dan Tagana langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Baca juga: BPBD Jember Sigap Tangani Longsor di Jelbuk, Lima KK Berada di Zona Rawan
Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain asesmen dan pembersihan rumah warga, distribusi logistik tambahan gizi, matras, dan selimut di Kepatihan Kaliwates, serta pendirian dapur mandiri di Desa Gugut.
BPBD juga akan mendistribusikan tandon air bersih di Desa Gugut dan mengoordinasikan kerja bakti penanganan longsor di kawasan Gunung Pasang bersama warga dan relawan, sebagai bagian dari langkah pemulihan pasca bencana.
“Situasi saat ini sudah aman dan kondusif. Banjir telah surut, pengungsi sudah kembali, dan kami fokus pada distribusi air bersih serta pembersihan sisa lumpur,” pungkas Edi. (R-dy).
Editor : Redaksi





